Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Walikota Muslim Rotterdam Ahmed Aboutaleb (youtube.com)
Dream - Walikota Muslim Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb menyerukan dunia untuk lebih mengutamakan dialog dalam menghadapi kelompok ektrimis yang mengatasnamakan. Menurutnya, dialog dan pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk mengurangi kesalahan tafsir mengenai Islam.
"Ketegangan internasional berdampak pada masyarakat lokal. Untuk itu, harus ada ruang bagi bertemunya kemarahan dan kesedihan," ujar Ahmed dalam sambutannya pada pertemuan para pemimpin dunia membahas isu terorisme mengatasnamakan agama di Gedung Putih, seperti dikutip Dream.co.id dari NL Times, Kamis, 19 Februari 2015.
Ahmed meyakini jalan dialog dapat menekan berkembangnya potensi konflik menjadi lebih besar. "Kita harus memastikan konflik tidak berlanjut menjadi permusuhan di jalanan," terangnya.
Di samping itu, terang dia, komunitas Muslim akan lebih didengar melalui dialog ketimbang menggunakan kekerasan. Ia menganggap suara akan menjadi obat paling mujarab dalam menyelesaikan konflik.
"16 juta Muslim di Eropa dan dua juta di Amerika dapat menunjukkan pada dunia bahwa keyakinan agamanya dapat berpadu secara sempurna dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Barat," katanya.
Selain itu, Ahmed juga menekankan kekuatan akses pada informasi menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan. Tetapi, hal itu menuntut kerelaan para pemimpin untuk terlibat langsung dengan menyebar informasi seluas mungkin kepada masyarakat.
"Jika Anda tahu apa yang sedang terjadi di sebuah kota, Anda bisa cepat merespon dan meredam ketegangan di masyarakat, terutama pada kaum muda," ungkap dia.
Ketegangan atas nama agama yang terjadi di beberapa negara maju disebabkan pemikiran ektrimis yang tumbuh subur di kalangan anak muda. Hal ini lantaran tidak adanya pengetahuan yang cukup mengenai agama tertentu, khususnya Islam.
Belanda merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim yang semakin bertumbuh. Saat ini, jumlah Muslim di Belanda mencapai 16 juta jiwa. Mereka kebanyakan berasal dari kawasan Turki dan Maroko.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari