Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Canberra Melakukan Sleepout
Dream - Masyarakat Canberra, Australia, punya cara unik untuk menunjukkan kepedulian terhadap kaum tunawisma. Sebagai aksi solidaritas, warga mengadakan acara ‘sleepout’.
Dikutip Dream dari ABC International, dalam acara ini warga diajak tidur di alam terbuka. Sesuai namanya, ‘sleepout’, warga diajak untuk merasakan tidur di luar ruangan, dengan hanya beratapkan langit.
Tahun ini, ‘sleepout’ digelar pada Jumat pekan lalu. Lebih dari 700 warga ikut dalam acara ini. Mereka membawa tikar dan sleeping bag. Memenuhi lapangan Australian Institute of Sport, yang biasanya digunakan untuk berlari.
Tepat pada pukul 10 malam, lampu yang menerangi lapangan tersebut dimatikan agar warga yang ikut ‘sleepout’ bisa tidur lebih awal. Sebab tahun-tahun sebelumnya banyak warga yang tidur larut malam dalam acara serupa.
“ Banyak hal yang menyenangkan dan aktivitas yang bisa diikuti hingga malam hari,” ujar Lynne Harwood, CEO Communities at Work, penyelenggara acara tersebut.
“ Warga bisa bergabung dengan berbagai cara. Mereka bisa bergabung dan ikut tidur di luar, atau menyumbang uang, atau memberikan dana bagi mereka yang ikut tidur di luar,” tambah dia.
Lewat acara ini, Harwood berharap menjadi kesempatan bagi orang-orang untuk merefleksikan diri dengan mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tunawisma.
“ Acara ini benar-benar untuk menyeimbangkan antara bersenang-senang dan menyampaikan pesan soal malangnya nasib para tunawisma,” tutur Harwood.
Frank Brassil, presiden Yayasan St Vincent De. Paul's Society, mengatakan jumlah tunawisma di Canberra terus meningkat. “ Mungkin ada sekitar 1.500 orang yang tidur di luar setiap harinya dan mereka adalah tunawisma, atau terancam jadi tunawisma,” jelas dia.
Tunawisma di ibu kota Australia ini, kata Brassil, bisa muncul dalam beberapa kategori, seperti menumpang tidur di rumah orang lain, tinggal di mobil, atau di tempat tinggal sementara.
“ Jika ada yang tidak memiliki atap yang aman, atau tempat untuk ditinggali, tempat yang membuat aman, maka bisa dikategorikan sebagai tunawisma. Jumlah tunawisma di Canberra cukup signifikan,” kata Brassil. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya