Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Alibaba, Jack Ma
Dream - Pendiri dan CEO Alibaba, Jack Ma mengatakan dia tidak merasa bahagia baru-baru ini. Dia juga mengeluh menjadi orang terkaya di Tiongkok sangat berat.
" Bulan ini saya tidak bahagia, mungkin karena terlalu banyak tekanan," kata Ma dalam wawancara dengan CNBC dari markasnya di Hangzhou, Tiongkok,
" Saya tidak mencoba untuk menjadi bahagia. Karena saya tahu jika saya tidak bahagia, rekan-rekan saya tidak bahagia, dan pemegang saham saya tidak bahagia, dan pelanggan saya tidak bahagia."
Dia mengatakan, IPO bersejarah perusahaannya yang mencapai nilai fantastis US$25 miliar sekitar Rp 305 triliun mungkin menjadi penyebab stres yang dialaminya.
" Saham naik sangat tajam karena banyak yang menggantungkan harapan tinggi. Mungkin saya terlalu berpikir tentang masa depan dan mengkhawatirkan banyak hal," katanya.
" IPO tersebut sangat hebat dan tentu saya senang. Tapi saya pikir orang terlalu percaya diri. Dan saya bertanggung jawab untuk meredam mereka dan saya sendiri."
Tapi Ma mengatakan stres dalam hidupnya tidak hanya berasal dari pekerjaan. Menjadi orang terkaya di Tiongkok juga membuat sakit kepalanya.
" Banyak yang bilang jadi orang terkaya itu enak, apalagi terkaya di dunia," kata Ma. " Tapi tidak bagi orang terkaya di Tiongkok. Setiap saya lewat, orang melihat saya dengan cara aneh."
Ma berharap orang-orang bisa melihatnya sebagai seorang entrepreneur, orang yang ingin menghabiskan waktunya seperti yang lainnya. " Saya ingin jadi diri sendiri."
Untuk menghilangkan stres tersebut, Ma ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. Ma ingin menjadi dermawan yang efisien dan efektif. Menurutnya, membelanjakan uang lebih sulit dari mendapatkannya.
Ma berencana mendirikan yayasan yang bisa membelanjakan uang secara bisnis. Ma bahkan ingin bersaing dengan dermawan dunia lainnya. " Bersaing dengan Bill Gates mungkin. Siapa yang bisa beramal lebih efektif." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya