Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dewinta Megarani (UNY.ac.id)
Dream - Satu lagi anak bangsa sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Adalah Dewinta Megarani, mahasiswa Pendidikan Teknik Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
Dia berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dalam ajang Asean Skill Competition (ASC) X bidang Fashion Technology di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, belum lama ini.
Dewinta, mahasiswa angkatan 2012 ini menceritakan, dirinya diminta membuat busana tradisional Vietnam, Ao Dai dalam kompetisi.
" Kami mengerjakan busana mulai dari desain, pola, dekorasi hingga menjadi busana siap pakai untuk tiap model yang telah disiapkan," cerita Dewinta.
Waktu yang diberikan hanya tiga hari dengan total pengerjaan 19 jam. " Kami mengerjakan busana tersebut dari pagi hingga sore," tutur mahasiswa kelahiran Pati ini.
Dewinta menerangkan keunggulan karyanya dibandingkan dengan peserta lain, terletak pada dekorasinya yakni motif bulu di bagian pinggang dan manik-manik pada dada. " Saya memanipulasi bahan yang telah disediakan di mystery box, hingga menyerupai seperti bulu," ujarnya.
Cara memanipulasinya dengan cara menumpuk bahan hingga lapis empat kemudian dijahit serong lalu dipotong sesuai dengan arah serong jahitan. Kemudian, kain disikat dengan sikat gigi sampai menyerupai bulu-bulu.
" Para kompetitor lainnya sampai terheran-heran karena mereka pikir saya benar-benar menggunakan bahan bulu-bulu pada busana saya." Dewan juri juga memberikan pujian terkait fitting baju yang bagus di model.
ASC merupakan kompetisi sekaligus arena unjuk kebolehan, terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan oleh para tenaga kerja muda (maksimal 22 tahun).
Ajang kompetisi yang mempertandingkan 25 kejuruan diikuti 283 kompetitor yang berasal negara-negara anggota ASEAN. Adapun peserta asal Indonesia dalam kompetisi tersebut berjumlah 44 peserta.
Setelah menyandang predikat juara ASEAN di bidang Fashion Technology, Dewinta berencana mengikuti seleksi pada ajang yang lebih tinggi yakni World Skill Competition yang akan diselenggarakan di Brazil pada 2015.
(Ism, Sumber: UNY.ac.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya