Ilustrasi
Dream - Hukuman fisik sampai saat ini masih terus dilakukan oleh para orangtua dengan berbagai macam alasan. Padahal sudah banyak penelitian dan literatur yang mengungkap kalau pukulan, tamparan, cubitan, dan apapun jenis hukum fisik yang menyakiti tubuh anak bisa berdampak sangat buruk pada kondisi psikologisnya.
Bagi banyak orangtua menggunakan hukuman fisik pada anak-anak mereka, dipandang sebagai keputusan pribadi. Orangtua pun merasa jadi pihak yang paling berhak untuk memutuskan jenis hukuman yang diberikan pada anak.
Penting diketahui hukuman fisik tak memiliki sedikit pun efek positif pada anak. Hanya akan membuat trauma, menjauhkan hubungan anak dan orangtua dan bisa menciptakan pribadi yang penakut atau sebaliknya, pribadi yang kasar.
Para ahli parenting atau pengasuhan anak, psikolog anak, dan para tenaga pendidik yang memiliki sudut padat hukuman fisik adalah 'haram', memang harus bekerja keras untuk menyadarkan para orangtua. Berikut sederet argumen para orangtua yang masih menganggap hukuman fisik merupakan hal wajar.
Baca Juga: Tak Perlu Selalu Ditemani, Biarkan Si Kecil Main Sendiri Bunda, Lakukan Hal Ini Minimal Satu Tahun Sekali Si Kecil Termasuk Anak Jenius? Ketahui Dulu Tanda-tandanya 3 Hal yang Wajib Diajarkan ke Anak Perempuan Cara Hadapi `Storm Period` Anak Puber Jangan Larang Jika Si Kecil Ingin Jadi 'Ultraman' Ingin Anak Lebih Pintar? Ibu Selalu Mendampingi Saat Belajar
© Dream
1. Dulu pernah dihukum secara fisik dan kini baik-baik saja
Tak ada anak yang baik-baik saja setelah dipukul atau disakiti secara fisik oleh orangtuanya. Pasti muncul sebuah trauma, meski ada yang efeknya ringan atau ada juga yang dampaknya berkelanjutan hingga membuat depresi.
" Coba tanya pada diri sendiri apakah setelah dipukul oleh ayah atau ibu, apakah Anda merasa baik-baik saja. Sulit memang menjawabnya dengan jujur, tapi jangan sampai menularkan hal negatif yang sudah ada sebelumnya. Masih banyak cara lain untuk mendisiplinkan anak," ujar Deborah Sendek, direktur Center for Effective Discipline, di Gundersen National Child Protection Training Center
2. Dianggap cara paling efektif agar anak menurut
Setelah dipukul anak memang bisa jadi langsung bersikap jadi seperti yang diinginkan orangtua. Tapi hal itu terjadi hanya karena mereka takut. Mereka tak mendapat pelajaran apapun dari pukulan yang diberikan.
" Memukul atau menghukum anak secara fisik tak mengajari mereka mengetahui kesalahan dan memperbaikinya. Sehingga mereka akan mengulangsi kesalahan yang sama dan orangtua akan memukulnya lagi, ini seperti lingkaran setan. Harus segera dihentikan, jadikan anak jadi pribadi yang selalu belajar dari kesalahannya," ujar Deborah.
3. Agar tak jadi pribadi yang manja
Beberapa orangtua percaya anak yang tak pernah dipukul atau diberi hukuman fisik akan jadi sosok yang manja saat dewasa. Padahal masih banyak cara agar anak tidak jadi sosok manja, yaitu mengajarkannya bertanggung jawab akan kesalahan, mandiri dan bersikap baik. Bukan dengan mengajarkan kekerasan.
" Banyak cara membuat anak lebih disiplin dan tidak manja, orangtua harus jadi contoh. Jika masih menganggap pukulan adalah cara efektif, ini merupakan kesalahan besar," kata Deborah.
Sumber: Very Well