Innalillahi, Artis Irena Justine Meninggal Saat Syuting Baper

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 27 Mei 2016 12:47
Innalillahi, Artis Irena Justine Meninggal Saat Syuting Baper
"Tiba-tiba jatuh lagi syuting 'Baper'. Sebelumnya dia sempat ngeluh kedinginan. Kemudian..."

Dream - Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Artis muda bertalenta Irena Justine menghadap Tuhan Yang Maha Esa pada Kamis malam, 26 Mei 2016. Yang mengejutkan, Irena meninggal ketika sedang syuting.

" Tiba-tiba jatuh lagi syuting 'Baper'. Sebelumnya dia sempat ngeluh kedinginan. Kemudian dibawa ke RS Siloam Kebon Jeruk dan meninggal jam 18.10 WIB," ujar Hilda Vitri, teman dekat Irena, dikutip dari Kapanlagi.com.

Hilda menjelaskan, ketika dicek para kru, denyut nadi artis wanita itu sudah tak ada saat terjatuh. Namun pihak keluarga tetap berusaha membawa Irena ke rumah sakit.

" Kata kru sih pas jatuh emang sudah meninggal, denyut nadinya nggak ada tapi keluarga tetap dibawa ke RS dan dibantu alat pompa jantung. Tapi nyawa Irena nggak tertolong," terangnya.

Untuk diketahui, Irena Justine yang lahir di Bandung 15 Juni 1993, pertama kali bermain di sinetron Cinta Fitri. Ia kemudian sempat membintangi beberapa FTV dan namanya mulai dikenal setelah berperan dalam sinetron Nada Cinta.

Kabar kematian Irena sangat mengejutkan orang-orang terdekatnya. Mengingat usianya yang masih sangat muda dan mulai menapaki puncak sukses di dunia keartisan.

 

1 dari 4 halaman

Mak Vera dan Rahasia Olga Syahputra

Dream - Selain keluarga, sosok Vera Zanobia Sukari adalah orang paling dekat dan banyak tahu soal Olga Syahputra. Ya, wanita yang akrab disapa Mak Vera itu adalah manager sang komedian.

Mak Vera juga yang paling fokus mengurus Olga ketika terbaring hampir setahun di Mount Elizabeth Singapura. Semua kabar detail soal kondisi Olga cuma bisa didapat dari perempuan yang menyebut dirinya Mak itu.

" Selamat jalan kesayangan Mak, kontrak hati dan sampai kontrak kematian kamu Mak yang tanda tanganin. Love u forever my Olga, love u so much,"  tulis Verra di akun Twitter-nya beberapa jam setelah mengabarkan Olga meninggal dunia, Jumat 27 Maret lalu.

Selama Olga dirawat, Mak Vera adalah orang yang tegas melarang Olga dibesuk selain keluarga. Ia juga menyembunyikan keberadaan Olga sangat rapat.

Menurut Mak Vera semua itu dilakukan atas permintaaan keluarga dan semata-mata demi kesehatan Olga. Belajar dari pengalaman ketika Olga pertama kali jatuh sakit, waktu untuk istirahat pun tak ada karena terlalu banyak yang datang membesuk.

Meski begitu, Mak Vera tahu betul akibat yang bakal timbul. Ketika sang komedian meninggal dunia, ia kini menerima tekanan dari para sahabat Olga, karena dialah yang maju memberikan larangan kepada mereka untuk menjenguk.

Sebelumnya, sahabat dekat Olga seperti Kartika Putri, Jessica Iskandar, Raffi Ahmad sempat mengeluhkan sulitnya menjenguk Olga. Mereka hanya bisa sampai di balik pintu rumah sakit saja. Mereka pun harus menelan kecewa, tidak dapat melihat Olga dalam kondisi hidup untuk yang terakhir kalinya.

Namun, Mak Vera berjanji akan membeberkan kisah Olga selama menjalani perawatan di rumah sakit yang membuat banyak masyarakat penasaran.

" Aku, Bang Billy, Bapak sama Ibu Insya Allah bisa bertemu sama teman-teman semua di hari ke tujuh setelah tahlilan," kata Mak Vera, Selasa lalu.

Ia juga berjanji akan menjawab semua pertanyaan yang masih mengganjal dari para penggemar dan masyarakat.

" Tujuh harinya Olga kita ketemu di rumah Duren Sawit, kita omongin apa yang kalian mau, apa yang kalian tunggu jawabannya," tambah Mak Vera.  Kita tunggu saja! (Ism, Sumber: Twitter @MakVeraZanobia

2 dari 4 halaman

Tatang Koswara, Sniper Terbaik Dunia Meninggal Saat Siaran

Dream - Tatang Koswara, veteran TNI AD yang termasuk 14 penembak jitu terbaik dunia meninggal dunia usai siaran langsung tayangan 'Hitam Putih' yang dipandu Deddy Corbuzier.

Veteran TNI AD yang pensiun pada 1994 dengan pangkat terakhir peltu itu meninggal karena serangan jantung.

" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Bapak Tatang Koswara memejamkan mata tuk terakhir kalinya.#hitamputihberduka,"  kata Deddy Corbuzier dalam akun twitter @corbuzier semalam.

Veteran yang masuk tamtama pada 1966 ini bertugas di Timor-Timor sejak 1975. Saat itu, ia menjadi sniper paling ditakuti musuh. Di Timor Timur, Tatang menjalankan misi operasi yang bernama Baratayuda, perang terbuka langsung dengan Fretilin.

" Beliau meninggal setelah menceritakan semua perjuangannya pada kita di Hitam Putih hr ini. #hitamputihberduka,"  tulis mentalist berkepala plontos ini.

© mastercobuzier.com

Tatang Koswara saat terjatuh di acara Hitam Putih (Sumber: mastercobuzier.com)

 

" Sebelum meninggal beliau berkata pada saya: `darahku di merah putih`. sejenak stlh itu beliau terkena serangan jantung. #hitamputihberduka."  tutup Deddy. Tatang tidak sendiri. Ada sederet penembak jitu dari seluruh dunia yang juga disegani. Siapa saja mereka? Klik halaman selanjutnya. (Ism)

3 dari 4 halaman

Detik-detik Presenter TV Meninggal Saat Siaran Langsung

Dream - Kematian bisa menjemput seseorang kapan saja dan di mana saja. Tidak ada yang mampu memprediksi kapan kematian itu akan datang.

Seperti yang dialami seorang presenter TV di El Jadida, Maroko. Dia tengah menyiarkan secara langsung sebuah ajang olahraga.

Presenter tersebut tampak memegang mikrofon dan sedang mewawancarai tim olahraga yang akan mendapatkan penghargaan. Tiba-tiba, dia terjatuh ke lantai, disaksikan ribuan penonton.

Sebagian besar orang yang ada di lokasi kejadian segera berkerumun di dekat presenter itu. Hal itu sempat terekam kamera, namun dipotong pada bagian akhir.

Media lokal melaporkan presenter tersebut mengalami serangan jantung mendadak. Serangan itulah yang menyebabkan dia meninggal di tempat.

Kejadian ini kemudian diunggah dalam laman youtube pada 22 Agustus lalu. Rekaman video tersebut telah menyebar ke sejumlah situs online.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

4 dari 4 halaman

Kisah Haru Hijaber Cantik Meninggal Usai Wisuda

Dream - Jumat pekan lalu harusnya menjadi saat bahagia bagi Aminah Jennifa Ahmed dan keluarga. Sebab, Mahasiswi berhijab ini menjalani wisuda di University of Texas, Arlington, Amerika Serikat. Dua gelar sekaligus dia kantongi. Sarjana Biologi dan Bisnis.

Namun, kebahagiaan itu seolah terenggut. Sebab, sebelum acara wisuda usai, Aminah mengeluh sakit. Dia segera meninggalkan kampus dan kemudian meninggal dunia beberapa jam setelah wisuda itu.

Seperti wisudawan lain. Saat wisuda itu Amina juga tampak ceria. Dia terlihat menebar senyum saat diwisuda di atas panggung. " Kami melihat dia berjalan dan saya berteriak memberinya semangat," kata sepupu Aminah, Shahina Ahmed, sebagaimana dikutip Dream dari wfaa.com, Senin 25 Mei 2015.

Namun di balik kebahagiaan kala itu, sebuah penyakit mematikan tengah menggerogotinya. Sebelum menjalani foto wisuda, gadis yang dikenal cerdas dan periang ini mengeluh sakit.

Aminah mengutarakan kondisinya itu kepada teman-teman dan keluarga. Dia merasa tak kuat menahan sakit. Sehingga sang ayah, Shamsul Ahmed, segera memboyongnya pulang ke rumah. " Tak ada gejala, tak ada tanda-tanda. Dia bilang sakit kepala dan pulang," kata Shamsul.

Sesampai di rumah, Aminah tidur di sofa. Kondisi Aminah semakin memburuk pada pukul delapan malam. Jumat malam itu, dia mengalami sesak napas.

Keluarga dengan segera membawa Aminah ke rumah sakit. Dokter belum mengeluarkan diagnosanya. Tapi gadis itu kemudian dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, teman-teman dan keluarganya menduga Aminah mengalami aneurisma atau kelainan pembuluh darah otak.

Proyek Amal

Kabar meninggalnya Aminah itu terang saja membuat teman-teman dan keluarga berduka. Selain cerdas, selama ini Aminah dikenal sangat aktif dalam kegiatan mahasiswa. Dia juga aktif dalam berbagai kegiatan masjid dan berbagai amal.

Salah satu proyek yang tengah dia jalankan adalah operasi mata untuk anak-anak miskin di Asia Selatan. Khususnya di negara nenek moyangnya, Bangladesh. Sejak kematian gadis cantik inilah nama proyek amal ini diubah menjadi " Aminah See."

Foto Aminah dipajang pada website proyek amal yang dibuat oleh keluarga. Dan hasilnya luar biasa. Kisah mengharukan itu rupanya menyedot orang untuk bersimpati. Lihat saja. Hanya dalam dua hari, proyek itu sudah menerima sumbangan senilai US$ 20 ribu atau sekitar Rp 263.510.000.

Komunitas amal itu berduka untuk gadis yang sangat peduli pada sesama itu. Dia diambil oleh Sang Khaliq pada hari di mana seharusnya berbahagia. Namun, Aminah telah membuat orang-orang di sekitarnya bahagia. Terutama anak-anak calon penerima bantuan proyek yang dia bangun sebelumnya. Selamat jalan Aminah. 

Beri Komentar