Kasus Sembuh Turun 4 Pekan Berturut-turut, Jubir Satgas: `Ini Memprihatinkan`

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 18 November 2020 08:01
Kasus Sembuh Turun 4 Pekan Berturut-turut, Jubir Satgas: `Ini Memprihatinkan`
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyebut kondisi ini memprihatinkan.

Dream - Data pasien sembuh menunjukkan tren penurunan dalam empat pekan berturut-turut bahakn masih terjadi pekan ini dengan persentase mencapai 9,3 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan kondisi ini memprihantikan

" Jumlah kesembuhan di pekan ini mengalami perlambatan sebesar 9,3 persen, hampir 10 persen, bahkan lebih besar dari pekan sebelumnya. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam keterangan pers disiarkan channel YouTube Sekretarian Presiden.

Wiku mengatakan pekan lalu Satgas Covid-19 telah menyampaikan adanya penurunan pada kasus sembuh. Informasi yang disampaikan diharapkan ditindaklanjuti Pemerintah Daerah dengan mengambil tindakan meningkatkan kualitas penanganan Covid-19.

" Namun sangat disayangkan bahwa ternyata pekan ini angka kesembuhan juga masih menurun, sehingga pekan ini menjadi pekan keempat penurunan kesembuhan secara berturut-turut," kata Wiku.

 

 

1 dari 4 halaman

Provinsi Kasus Pelambatan Terbanyak

Pekan ini terdapat lima provinsi yang melaporkan terjadinya perlambatan data kesembuhan Covid-19 terbanyak . Kelimanya yaitu Sumatera Utara turun 1.377 kasus, Aceh 810 kasus, Riau 660 kasus, Banten 521 kasus, dan Jawa Tengah 342 kasus.

Sedangkan lima provinsi ini mencatat persentase pasien sembuh terendah yaitu Papua dengan 51,36 persen, Lampung 51,97 persen, Jambil 68,32 persen, Sulawesi Tengah 70,8 persen dan Sulawesi Barat 72,62 persen.

" Sekali lagi saya berpesan kepada seluruh provinsi terutama kepada provinsi dengan kenaikan kasus untuk betul-betul meningkatkan kualitas penanganan Covid-19. Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk mendongkrak angka kesembuhan dan menekan angka kematian," kata Wiku.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Vaksin Covid-19 Bisa Didapat dengan Dua Skema, Berikut Syaratnya!

Dream – Saat ini vaksin Covid-19 sedang dinanti oleh jutaan masyarakat Indonesia. Rencananya vaksin virus corona akan diberikan kepada masyarakat berumur 18 hingga 59 tahun. Mereka yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan, sehat yang dimaksud adalah tidak punya komorbid alias penyakit penyerta, ibu hamil, dan yang sudah terinfeksi Cvid-19 sesuai dengan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“ Vaksin covid-19 ditargetkan kepada 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18 sampai 59 tahun setelah mempertimbangkan ketersediaan vaksin dan keperuntukannya sampai saat ini,” ucap Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa 17 November 2020.

3 dari 4 halaman

Skema Vaksin Program

Ilustrasi

Terawan menjelaskan, vaksinasi nasional bisa didapatkan melalui dua skema, yaitu vaksin program dan mandiri. Skema pertama menyasar 32.158.276 orang yang membutuhkan 73.964.035 dosis vaksin.

Sesuai dengan petunjuk WHO, kata Terawan, indikatif rate global untuk vaksin maka wastage rate-nya sebesar 15 persen. “ Ini dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15 persen,” ucapnya.

Jumlah 32.158.276 orang itu menyasar tenaga kesehatan sebanyak 1.251.173 jiwa. Kemudian pelayanan publik, TNI/Polri/ Satpl PP, apparat hukum sebanyak 4.422.331 jiwa, dan peserta BPJS PBI sebanyak 26.484.172 orang.

Sehingga total kebutuhan vaksin untuk semua kategori di atas adalah 64.316.552 yang kemudian ditambah wastage rate sebesar 15 persen atau 9.647.483.

4 dari 4 halaman

Skema Vaksin Mandiri

 Ilustrasi

Sedangkan untuk skema yang kedua adalah vaksin mandiri. Terawan mengatakan vaksin mandiri akan menyasar sekitar 75.048.268 dengan kebutuhan vaksin sebanyak 150.096.536.

Akan tetapi jumlah itu ditambah dengan wastage rate-nya sebesar 15 persen atau 22.514.480, sehingga kebutuhan vaksin covid-19 secara total khusus jalur mandiri adalah 172.611.480.

“ Dalam wastage rate, termasuk indeksi pemakaian vaksin sisa, tidak terpakai, rusak, hilang, ini bisa dimanfaatkan bila terjadi kemungkinan kurang dan kebutuhan emergency dan relokasi antar daerah,” jelasnya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar