Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Polda Metro Jaya mengamankan Husein Alatas diamankan Polda Metro Jaya, Senin, 16 Desember 2019. Pria yang berprofesi sebagai penggiat pengobatan alternatif dan pendakwah itu diamankan karena dugaan kasus pencabulan.
" Tim Resmob Dikrimum Polda Metro Jaya menangkap satu pelaku tindak pidana kejahatan kesopanan atau pencabulan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.
Yusri mengatakan, Husein Alatas diduga melakukan aksinya saat sedang mengobati pasiennya. Dari kesaksian korban, dia datang ke Husein Alatas untuk berobat, namun tiba-tiba tak sadarkan diri.
" Korban menganggap ini sudah tidak sesuai dengan pengobatan yang biasa dilakukan. Sehingga yang bersangkutan dilaporkan," kata dia.
Husein Alatas mendirikan pengobatan tradisional di Daerah Ciledug, Kecamatan Setu, Bekasi, Jawa Barat. Sekarang Husein Alatas sudah diamankan dan sudah dikeluarkan surat penangkapan.
" Sekarang yang bersangkutan sudah masuk ke penyidikan," kata dia.
(ism, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Calon anggota legislatif (caleg) asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial AH dilaporkan ke polisi pada 7 Maret silam atas dugaan pencabulan anak kandungnya. AH merupakan caleg daerah pemilihan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Korban, berinisial CA, baru melaporkan perilaku bejat AH, setelah menceritakan kejadian tragis yang dialaminya kepada sang nenek.
" Iya. Ada laporan yang masuk di Polres. Terlapor (perbuatan cabul) sudah diakui korban," kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 14 Maret 2019.
Menurut Iman, AH saat ini masih dalam pengejaran. AH diduga melarikan diri ke Jakarta.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumbar, Irsyad Syafar belum mau berkomentar mengenai kasus ini. Dia menyebut belum mendapat rincian kasus yang dialami anggota partai tersebut.
" Saya sedang di luar kota. Belum dapat rinciannya (kasusnya) seperti apa," ujar dia.
Sumber:Liputan6.com/Putu Merta
Dream - Randall Margraves, ayah dari tiga korban pelecehan seksual dijegal polisi usai hendak menyerang terdakwa dokter tim olimpiade senam Amerika Serikat (AS) Larry Nassar. Peristiwa tersebut terjadi di ruang pengadilan Eaton County, Michigan, Jumat, 2 Februari 2018.
Dari video yang beredar, awal mula penyerangan itu terjadi ketika Nassar menggelengkan kepala saat mendengar pernyataan dari putri Margraves. Melihat reaksi yang muncul, Magraves sempat meminta hakim untuk " lima menit di ruangan terkunci dengan `setan` itu" .
Dilaporkan CNN, permintaan Margrave ditolak Hakim Janice Cunningham.
" Itu bukan cara kerja sistem hukum kita," kata Janice.
Tak berselang lama Margraves segera meluncur ke arah Nassar. Rencana main hakim sendiri itu digagalkan polisi dan petugas keamanan yang berada di ruang sidang.
Tiga polisi menjegal Margraves dan memborgol tangannya. Dalam tayangan video, meski sudah ditahan tiga orang berpakaian polisi, Margraves bersikeras untuk " mendatangi" Nassar.
Warganet AS menyebut aksi Margraves sebagai tindakan " seorang pahlawan" . Tetapi, tak berselang lama, Margraves memberi penjelasan.
Dikutip dari laman The Australian, Margraves menyatakan permintaan maaf atas tindakannya di ruang sidang. Dia juga enggan disebut sebagai " pahlawan" .
Margraves mengatakan bahwa dia menyesal dan merasa malu dengan tindakannya.
Pelecehan yang dilakukan Nassar menjadi pembahasan di Amerika Serikat. Sebab, selama lebih dari dua dekade 150 atlet senam dan perempuan dilaporkan telah menjadi korban kejahatan seksualnya.
Dikutip dari Anadolu Agency, Hakim Michigan Rosemarie Aquilina memvonis hukuman penjara 40 hingga 175 tahun.
" Anda masih saja berpikir bahwa Anda benar, Anda seorang dokter, Anda sudah menjalani perawatan, namun saya baru saja menandatangani surat perintah kematian Anda," ujar Aquilina.
Nassar sebelumnya juga telah dijatuhi hukuman 60 tahun penjara karena kasus pornografi anak.
Korban-korban Nassar, termasuk sejumlah atlet populer, satu-persatu menceritakan kisah pelecehan yang mereka alami.
" Anda tidak bisa merenggut olahraga ini dari saya. Saya sangat mencintai olahraga ini, dan rasa cinta saya lebih kuat dari setan dalam diri Anda, dan orang-orang yang membiarkan Anda untuk menyakiti banyak orang!" hardik peraih medali emas tiga kali Aly Raisman ke Nassar.
" Sekarang Anda tahu Anda akan mendekam di tempat di mana Anda tidak akan bisa menyakiti siapapun lagi. Namun saya di sini ingin mengatakan bahwa saya tidak akan berhenti berjuang sampai pengaruh anda di dunia olahraga hilang sama sekali!" ucap dia.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres
