Kabah
Dream - Institut Penelitian Astronomi Nasional dan Geofisika di Mesir telah mengumumkan bahwa hari pertama Ramadhan tahun ini, yang akan berlangsung pada hari Sabtu, akan ditandai dengan fenomena alam yang unik.
Fenomena tersebut adalah matahari akan berada tegak lurus di atas Ka'bah pada pukul 12:18 waktu setempat di Mekah atau waktu sholat Zhuhur di kota suci tersebut.
Fenomena ini benar-benar unik. Karena pada hari Sabtu jam 12:18 waktu setempat itu, bayang-bayang Ka'bah akan hilang. Dan arah bayangan yang dihasilkan matahari pada titik manapun di dunia akan mengarah tepat ke kiblat.
Departemen yang bertugas untuk meneliti kegiatan matahari di lembaga tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di akun Twitter resminya bahwa sudut elevasi matahari pada saat sholat Zhuhur akan mencapai 89,93 derajat di atas Ka'bah. Sudut ini jauhnya hanya 0,07 derajat dari sudut tegak lurus 90 derajat.
Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun. Yang pertama akan berlangsung pada tanggal 27 Mei dan yang kedua pada tanggal 15 Juli.
Namun, khusus untuk tahun ini akan bertepatan dengan sholat Zhuhur pertama di bulan Ramadhan.
(Sumber: english.alarabiya.net)
© Dream
Dream - Tinggal beberapa hari lagi, umat Muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Di sebagian negara, Ramadan tahun ini jatuh pada musim panas.
Di sejumlah negara, musim panas berdampak pergantian siang dan malam. Beberapa mengalami waktu siang lebih panjang dan lainnya malam lebih lama.
Dilansir Aljazeera, Rabu 24 Mei 2017, puasa tahun ini akan berlangsung antara 10 hingga 21 jam. Waktu ini lebih cepat satu jam dibandingkan tahun, lalu antara 11 hingga 22 jam.
Matahari akan terbit lebih awal pada Ramadan tahun ini. Sementara waktu berbuka akan sedikit mundur pada sepertiga bulan terakhir.
Lantas, di negara manakan waktu puasa paling panjang dan pendek? Lihat halaman berikutnya.
© Dream
Berikut tempat-tempat dengan waktu puasa terlama dan tercepat di dunia:
- Nuuk, Greenland, 21 jam;
- Stockholm, Swedia, 19,5 jam;
- Moscow, Rusia, 19 jam;
- London, Inggris, 18,5 jam;
- Astana, Kazakhstan, 18,5 jam;
- Brussels, Belgia, 18,5 jam;
- Beijing, Tiongkok, 16,5 jam;
- New York, Amerika Serikat, 16,5 jam;
- Tokyo, Jepang, 16 jam;
- Kabul, Afghanistan, 16 jam;
- Rabat, Maroko, 16 jam;
- Islamabad, Pakistan, 16 jam;
- Kairo, Mesir, 15,5 jam;
- New York, Meksiko, 15,5 jam;
- New Delhi, India, 15 jam;
- Kowloon, Hong Kong, 15 jam;
- Dhaka, Bangladesh, 15 jam;
- Muscat, Oman, 15 jam,
- Riyadh, Arab Saudi, 15 jam;
- Doha, Qatar, 15 jam;
- Khartoum, Sudan, 14,5 jam;
- Aden, Yaman, 14 jam;
- Dessye, Ethiopia, 14 jam;
- Kuala Lumpur, Malaysia, 13,5 jam;
- Luanda, Angola, 13 jam;
- Sao Paulo, Brasil, 13 jam;
- Jakarta, Indonesia, 13 jam;
- Harare, Zimbabwe, 12,5 jam;
- Pretoria, Afrika Selatan, 12 jam;
- Cape Town, Afrika Selatan, 11,5 jam;
- Canberra, Australia, 11,5 jam;
- Punta Arenas, Chile, 10 jam.
Advertisement
Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

JK Bicara Teknologi AI: 'Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Masa Depan'


Kredit UMKM BCA 2026 Jenis, Bunga, dan Syarat Pengajuan

Dilantik Menkeu Suahasil Nazar, Inilah 12 Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu Hasil Seleksi Baperjakat


9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

Bisakah Kita Terus Bertambah Pintar saat Usia Bertambah? Neuroplastisitas Otak Dewasa

Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bisa Bikin Anda Makin Sulit Terlelap