Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan varian Mu yang masuk daftar Variant of Interest (VoI) WHO memiliki karakter resisten terhadap vaksin. Tetapi, karakter itu diketahui dari uji laboratorium.
" Varian Mu ini secara laboratorium mempunyai resistensi terhadap vaksin," ujar Dante, dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Tetapi Dante menegaskan karakter itu didasarkan pada hasil uji lab, bukan dalam konteks epidemiologi. Selain itu, penularan varian dengan kode B1621 ini memiliki tingkat penyebaran tidak sehebat Delta.
Di Indonesia sendiri, Dante menyatakan belum ditemukan adanya penularan akibat varian Mu. Pihaknya telah melakukan pelacakan Genome Sequencing terhadap 7.000-an orang dan belum ditemukan varian tersebut.
" Mudah-mudahan varian ini akan abortif seperti juga varian Lambda beberapa waktu lalu di Peru," kata dia.
Sebelumnya, WHO mengumumkan adanya varian baru virus corona yang diidentifikasi dengan Mu. Varian ini sedikitnya melanda 46 negara di dunia.
Varian ini pertama kali terdeteksi di Kolombia. Kemudian menjadi varian lokal yang dominan di negara itu.
Sehari setelah pengumunan, Jepang melaporkan kasus pertama varian Mu. Kasus ini ditemukan pada dua orang yang kembali dari Uni Emirat Arab dan Inggris.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

3 Kebiasaan yang Dilakukan Spesialis Tulang Belakang untuk Menjaga Postur Tubuh

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng