Ilustrasi (Sumber: Www.ohmyfood.fr)
Dream - Baru-baru ini seorang ilmuwan Amerika menemukan cokelat 'pintar' pencegah penyakit pikun. Cokelat yang diberi nama Novel itu terbuat dari ekstrak kakao diet.
Penemu cokelat tersebut, Dr Giulio Maria Pasinetti, mengklaim cokelat tersebut ampuh untuk menjaga kesehatan otak sekaligus mampu mencegah penyakit atau kelainan neuro-degeneratif seperti alzheimer atau kepikunan pada orang tua.
" Cokelat Novel ini dapat mencegah gangguan neuro-degeneratif seperti Azheimer yang merupakan bentuk paling umum dari penyakit demensia yang menyerang sekitar 44 juta orang di seluruh dunia," ujar Dr Giulio Maria Pasinetti, Profesor Neurologi dari Icahn School of Medicine, New York dikutip dari situs Hindustantimes.
Dr Giulio menambahkan, ekstrak kakao yang digunakan sebagai bahan pembuat cokelat ini memiliki kandungan polyphenol-mikronutrien yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Terutama, untuk mengantisipasi penurunan fungsi otak yang terjadi seiring pertambahan usia.
Cokelat Novel dibuat dengan prosedur pengolahan khusus sehingga mampu mengoptimalkan pengaruh kandungan polyphenol di dalamnya untuk kesehatan otak. Sehingga, dapat berdampak baik pula bagi aktivitas biologis manusia.
" Cokelat-cokelat yang ada selama ini umumnya tidak diolah dengan baik sehingga justru mengakibatkan hilangnya sebanyak 90 persen kandungan polyphenol dari dalam kakao," ujar Dr Giulio.
Dr Giulio bersama beberapa ilmuwan lainnya masih akan melakukan penelitian lanjutan terkait penemuan ini. Diharapkan nantinya cokelat pintar ini dapat dijadikan solusi alternatif bagi para penderita penyakit alzheimer atau kepikunan.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja