Ilustrasi. (Foto: Pexels.com)
Dream - Sejak merebaknya pandemi virus corona baru, Covid-19, para ilmuwan di seluruh dunia mencoba untuk mengetahui apakah pasien yang pulih masih dapat menginfeksi orang lain.
Mereka juga melakukan riset apakah para penyintas Covid-19 ini mengembangkan antibodi yang membuat mereka kebal terhadap penyakit tersebut di masa mendatang.
Ternyata, menurut temuan terbaru para dokter di Wuhan, China, 3 sampai 10 persen pasien sembuh kemungkinan akan positif Covid-19 lagi saat menjalani pemeriksaan ulang.
China telah memulangkan lebih dari 90 persen pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sementara sisanya, sekitar 4.300 pasien positif Covid-19, masih menerima perawatan di rumah sakit.
Tetapi menurut Wang Wei, Presiden Rumah Sakit Tongji di Wuhan, dari 147 pasien pulih yang mereka teliti, ada lima atau lebih dari 3 persen, yang dinyatakan positif setelah menjalani pemeriksaan ulang.
Namun, Wang mengatakan, mereka tidak menemukan bukti bahwa pasien yang dites positif ini menjadi sumber penularan, berdasarkan pada observasi terhadap anggota keluarga mereka dan uji laboratorium.
Wang mengatakan bahwa lima pasien dari rumah sakitnya yang dites positif lagi tidak memiliki gejala. Anggota keluarga atau orang-orang yang berhubungan dekat dengan mereka juga tidak menunjukkan gejala terinfeksi.
Dia menambahkan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen dari pasien yang dites positif lagi itu tidak memiliki jejak virus corona dalam darah mereka setelah satu bulan dipulangkan dari rumah sakit.
" Ini hanya sampel kecil dan tidak cukup untuk meyakinkan kami tentang validitas temuan awal kami," kata Wang. " Kami membutuhkan studi epidemiologi skala besar untuk membantu pengawasan dan pencegahan penyakit yang kami lakukan."
Sementara itu, menurut surat kabar kesehatan China, Life Times, yang dipublikasikan pada pekan ini menyatakan fasilitas karantina di Wuhan telah melaporkan bahwa sekitar 5 hingga 10 persen dari pasien mereka yang pulih dinyatakan positif kembali.
Laporan sebelumnya juga menyoroti kasus di mana pasien positif lagi setelah dinyatakan pulih. Termasuk tiga keluarga di Wuhan, yang semuanya dites positif lagi.
China melaporkan setidaknya 81.000 kasus Covid-19, dengan lebih dari 3.200 kematian. Tetapi sebagian besar kasus baru di China adalah kasus diimpor.
Munculnya kasus pasien positif lagi setelah dinyatakan sembuh ini telah menimbulkan keraguan terhadap tes asam nukleat yang selama ini dijalankan. Tes nukleat dianggap tidak bisa diandalkan dalam mendeteksi jejak virus pada beberapa pasien yang pulih.
Beberapa ahli juga telah menyatakan keprihatinan tentang sensitivitas dan stabilitas test kit, termasuk prosedur pengumpulan dan penanganan sampel pasien.
Tong Chaohui, seorang ahli penyakit pernapasan dari pemerintah pusat di Hubei, berharap pemantauan berkelanjutan terhadap pasien yang dinyatakan pulih terus dilakukan.
" Sejauh ini, tidak ada anggota keluarga dekat dari pasien yang pulih ini telah diuji positif, dan kami tidak dapat menemukan virus corona dalam sampel kultur laboratorium (dari para pasien ini)," kata Tong.
Sumber: SCMP