Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya nekat mengunjungi Afghanistan akhir Januari 2018. Padahal, beberapa hari sebelum kedatangannya, terjadi ledakan bom yang menewaskan ratusan orang.
" Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan," ujar Jokowi, saat membuka Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu 14 Februari 2018.
Jokowi mengatakan, upaya ke Afghanistan sebagai bentuk menjalankan amanat konstituti. Selain mencerdaskan dan memajukan kesejahteraan bangsa, pemerintah juga harus menunjukkan kepedulian bagi warga dunia yang kesulitan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyontohkan, salah satu perjuangan politik bangsa Indonesia di dunia internasional yaitu dukungan terhadap Palestina.
" Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi menyebut, Indonesia aktif memberi bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan diplomasi damai dengan pihak yang berseteru.
" Januari 2018 saya berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox's Bazar (lokasi pengungsian) kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox's Bazar," ucap dia.
Di tengah kunjungan negara-negara yang mengalami krisis kemanusiaan, Jokowi teringat pesan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.
" Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung," kata dia.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama