Ilustrasi (Foto: Greenprophet.com)
Dream - Kita disunahkan mengubah nama yang buruk atau yang tidak baik karena Nabi Muhammad SAW telah melakukannya kepada para sahabat. Rasulullah pernah menukar nama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada juga sahabat bernama 'Aashin (yang durhaka) lalu ditukar dengan Muti' (yang patuh).
Ibn Umar berkata, " Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama 'Asiah (wanita yang durhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik)." (Riwayat Tirmidzi
dan Ibn Majah).
Berikut adalah sebagian nama-nama lain dalam Islam yang harus dielakkan dan dihindari saat menamakan bayi yang baru dilahirkan.
A
Abiqah – Hamba yang lari dari tuannya
Abkam – Tidak celik, buta
Afinah – Yang bodoh
Amah – Hamba suruhan perempuan
Asiah – Wanita yang durhaka
Asyar – Paling jahat
Asyirah – Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie – Aku berzina
B
Baghiah – Yang zalim, jahat
Bahimah – Binatang
Bakiah – Yang menangis, merengek
Balidah – Yang bodoh, bebal
Baqarah – Lembu Betina
Batilah – Yang batil, tidak benar
D
Dabbah – Binatang
Dahisyah – Goncang, tertekan
Dahriyah – Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami'ah – Yang mengalir air matanya
Daniyah – Yang lemah dan hina
Darakah – Kedudukan yang rendah
F
Faji'ah – Kecelakaan
Fajirah – Yang jahat, yang berdosa
Fasidah – Yang rosak, yang binasa
Fasiqah – Yang jahat, si fasik
Fasyilah – Gagal, kalah
Nama-nama lainnya lihat di sini. (ism)
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
