Begini Dahsyatnya Topan 216 Km/Jam yang Hantam Jepang

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 September 2018 17:01
Begini Dahsyatnya Topan 216 Km/Jam yang Hantam Jepang
Topan ini disebut terdahsyat dalam 25 tahun terakhir.

Dream - Badai topan tengah menyapu kawasan barat Jepang. Tepatnya kawasan Osaka dan sekitarnya. Bencana ini membawa dampak begitu dahsyat.

Sejumlah media lokal melaporkan sebanyak tujuh orang tewas akibat topan Jubi ini. Sementara lebih dari 100 orang mengalami luka.

Topan ini juga membuat Osaka lumpuh. Bandara Osaka sampai ditutup lantaran landasan pacu tergenang air.

Di lautan, angin kencang ini mampu menggoyangkan kapal tangker tangker dengan ukuran begitu besar. Bahkan sempat memicu gelombang setinggi 15 meter.

Sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat bencana ini seperti atap terhempas. Selain itu, sejumlah mobil dan truk sampai terhempas, ambruk hingga terseret.

Berikut video dampak topan Jubi yang diunggah di akun Instagram @infosigap.

1 dari 2 halaman

Berikut Videonya:

 

Bandara Osaka Jepang Tenggelam, Dua Meninggal Gara-gara Taifun No.21 Selasa, 4 September 2018 18:59 WIB Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang Bandara Kansai di Osaka Jepang pagi hari ini (4/9/2018) sempat tenggelam digenangi air akibat taifun No.21 datang ke Jepang dan dua orang meninggal di Osaka, ratusan penerbangan domestik dibatalkan. Banyak pesawat terendam, kargo juga terendam air dan ombak dari lautan sekitar bandara sempat mencapai sekitar 15 meter tingginya menghantam bandara tersebut sehingga banjir besar. Semua transportasi terpaksa berhenti skeitar 2 jam pagi ini akibat taifun yang datang ke Osaka dan pasokan listrik pun sempat terhenti, atau mati listrik Selasa ini pada sekitar 94.000 rumah di sana. Dua orang meninggal akibat taifun ini. Satu orang di Osaka jatuh dari rumahnya di lantai dua akibat terpukul angin taifun yang kencang, satu orang lagi di perfektur Shiga jatuh tertimpa tembok yang ambruk di sana. Angin taifun No.21 terbilang sangat kuat sekali kali ini sehingga menghantam banyak infrastruktur dan kepentingan masyarakat di Jepang barat, Osaka dan sekitarnya. PM Jepang yang berencana perjalanan dinas ke Jepang barat hari ini dibatalkan akibat taifun tersbeut. Beberapa tempat wisata di Osaka dan Kyoto ditutup hari ini (4/9/2018) akibat datangnya taifun No.21 tersebut termasuk juga Istana (Castle) Nagoya.

A post shared by infosigap (@infosigap) on

2 dari 2 halaman

Topan Terbesar dalam 25 Tahun Hantam Jepang

Dream - Topan terkuat yang menghantam Jepang dalam 25 tahun mulai memberikan dampak signifikan di sejumlah area di Negeri Sakura pada Selasa, 4 September 2018, demikian Badan Meteorologi setempat melaporkan.

Topan Jebi membawa angin kencang berkecepatan hingga 216 km per jam dan hujan deras yang mendorong peringatan evakuasi banjir. Topan ini kabarnya telah menyebabkan longsor di barat Jepang pada siang hari waktu setempat, seperti dikutip dari The Japan Times, Selasa (4/9/2018).

" Bagian timur negara itu juga terdampak badai tersebut," ujar Badan Meteorologi Jepang.

Badan itu, yang juga memperingatkan ombak tinggi, telah menyerukan kepada masyarakat di sejumlah wilayah untuk waspada terhadap banjir dan lumpur longsor yang disebabkan oleh topan.

Dalam periode 24 jam hingga pukul 06.00 pada Rabu, 5 September, curah hujan 500 mm diperkirakan mengguyur Jepang tengah, sementara curah hujan 400 mm melanda Jepang bagian barat.

" Angin kencang 216 kilometer/jam bisa menghantam beberapa bagian di Jepang barat," kata badan itu.

Di sisi lain, Tokyo dikabarkan aman dari Topan Jebi.

Dikategorikan sebagai " sangat kuat" berdasarkan kecepatan anginnya, Jebi adalah topan terdahsyat yang menghantam Jepang sejak 1993.

Perintah evakuasi telah dikeluarkan di beberapa daerah di Prefektur Osaka, Kyoto, Nara, dan Wakayama.

Perintah evakuasi tidak bersifat wajib dan orang-orang umumnya tetap tinggal di rumah, sehingga pada akhirnya terjebak oleh air yang naik dengan cepat atau tanah longsor yang tiba-tiba.

Juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga, mendorong masyarakat untuk " melakukan evakuasi lebih lebih awal" dan bahwa pemerintah akan " mengambil semua cara" untuk kesiapsiagaan krisis.

Pada pukul 10.00, Topan Jebi melakukan perjalanan sekitar 60 km di selatan Cape Muroto di Prefektur Kochi, Jepang barat, dengan kecepatan sekitar 45 km per jam. Topan itu membawa angin hingga 216 kilometer per jam dengan tekanan atmosfer 945 hektopascal di pusatnya.

Jepang telah dilanda badai topan baru-baru ini, dengan bagian barat negara itu hancur oleh banjir besar dan tanah longsor yang menewaskan lebih dari 220 orang pada Juli.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan, Topan Jebi diperkirakan akan melewati Laut Jepang pada Selasa malam dan bergerak ke utara, dan pada Rabu pagi, melemah menjadi badai ekstratropis. (ism, sumber: Liputan6.com/Rizki Akbar Hasan

Beri Komentar