Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo mengatakan proses pengadaan vaksin masih berjalan. Jokowi menegaskan hanya vaksin yang masuk daftar Badan Kesehatan Dunia atau WHO yang akan digunakan di Indonesia.
" Semua vaksin yang kita pakai itu harus masuk dalam listnya WHO. Ini wajib," ujar Jokowi, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi tidak menyebut vaksin dari perusahaan mana saja yang akan digunakan Pemerintah. Selama vaksin tercatat dalam daftar WHO, makan akan dibeli.
" Saya tidak bicara merek, asal ada dalam listnya WHO itu yang akan kita beli," kata Jokowi.
Sebelum vaksinasi digelar, Pemerintah akan menggiatkan sosialisasi. Ini agar lebih banyak masyarakat yang mengikuti vaksinasi.
Nantinya, vaksinasi akan dijalankan dalam dua skema yaitu program dan mandiri. Vaksinasi program bebas dari biaya, sedangkan vaksinasi mandiri berbayar.
" Jadi ada yang tidak membayar, gratis, vaksinasi program, ada yang membaar, vaksinasi mandiri. Dua hal yang berjalan beriringan," kata Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan siap jika harus menjadi yang terdepan atau orang pertama yang menerima suntikan vaksin. Tetapi, hal itu bergantung dari keputusan tim kesehatan.
" Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau di belakang, kalau dari tim diminta saya yang paling depan, ya saya siap," ujar Jokowi usai meninjau pelaksanaan simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 18 November 2020.
Jokowi menegaskan kaidah-kaidah ilmiah wajib dijalankan dalam pelaksanaan vaksinasi. Ini demi menjaga keselamatan masyarakat.
" Kita ingin keamanan, keselamatan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," kata Jokowi.
Diperkirakan vaksinasi baru bisa dijalankan sekitar akhir 2020 atau awal 2021. Jokowi mengatakan skema distribusi vaksin ke seluruh Tanah Air sedang dalam penyiapan.
Menurut Jokowi, distribusi vaksin bukanlah perkara mudah. Vaksin tidak bisa dianggap sama dengan barang-barang lain karena memerlukan perlakuan khusus.
" Ini bukan barang seperti barang-barang yang lain. Memerlukan kedinginan dengan derajat tertentu," kata dia.
Selain itu, setiap vaksin dari perusahaan berbeda tidak bisa pula diperlakukan sama. Karena masing-masing vaksin memiliki karakter yang berbeda.
" Setiap vaksin dari produk yang berbeda memerlukan model distribusi yang berbeda," ucap Jokowi.
Saat ini, skema distribusi vaksin masih dalam tahap penyiapan. " Agar nanti daerah-daerah juga segera mendapat vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak," ucap Jokowi.
Jokowi hari ini meninjau pelaksanaan simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal. Hadir mendampingi Jokowi yaitu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan aparat harus tegas dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan. Sikap ini perlu ditempuh agar masyarakat patuh dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19.
" Ketegasan diperlukan mengingat angka-angka kasus aktif dan kesembuhan Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan, lebih baik dari rata-rata dunia," ujar Jokowi melalui Instagram.
Jokowi mengingatkan jangan sampai perkembangan penanganan Covid-19 yang baik di Indonesia rusak hanya karena tidak fokus. " Karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan," kata Jokowi.
Dia juga mengingatkan para dokter, perawat, tenaga medis, dan paramedis sudah berjuang dan berkorban dalam penanganan Covid-19. Mereka dengan sukarela selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mencurahkan tenaga untuk merawat para pasien Covid-19.
Mereka bahkan merelakan kepentingan pribadi demi menyelamatkan nyawa para pasien yang terkena Covid-19. Bahkan sampai tidak bisa berkumpul dengan keluarga.
" Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis menjadi sia-sia," kata Jokowi.
Pemerintah, kata Jokowi, tidak akan segan bertindak tegas terhadap semua kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan. Serta menindak setiap aktivitas yang bertentangan dengan peraturan-peraturan yang ada.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.