Ilustrasi
Dream - Menyanyikan lagu selamat ulang tahun di hari spesial pertambahan usia menjadi hal yang sangat biasa di masyarakat. Lagu dengan tempo gembira itu tak pernah dilupakan demi menambah keramaian. Namun tahukah anda bahwa adanya kesalahan dalam lagu selamat ulang tahun.
Penggalan lirik " tiup lilinnya" dianggap kesalahan, karena pada kenyataannya yang ditiup adalah apinya. Kesalahpahaman ini terus berlangsung dari zaman ke zaman, dan tak pernah ada perubahan sehingga kita terus dibodoh-bodohi dengan penggalan kalimat selamat ulang tahun.
Selain itu pertambahan populasi dunia mencapai 76.570.430 orang bila setiap dari kita bertambah umur setahun dan sekitar 5 bayi yang dilahirkan di seluruh dunia.
Semenjak ulang tahun terakhir kita yang lalu, kita diperkirakan sudah bernafas sebanyak 15.768.000 kali. Apabila per menitnya rata-rata kita bernafas ada 30 kali.
Kita sudah mimpi sekitar 1.460 kali jika dihitung semenjak ulang tahun yang terakhir. Dan, sepanjang tahun jantung kita berdetak sebanyak 42.075.900 kali kalau jumlah rata-rata detak jantung manusia antara 72 hingga 80 kali.
Penasaran dengan makna lagu selamat uulang tahun? Yuk selengkpanya Baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement

Penelitian Ungkap Kebiasaan Screen Time Menggunakan Media Sosial Bisa Sebabkan Jerawat pada Remaja

Tak Hanya Indonesia, Ini Negara yang Juga Merayakan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan

Benarkah Iskandar Zulkarnain dan Alexander the Great adalah Orang yang Sama?

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tetap Berenergi tetapi Tidak Mengganggu Tidur?

Ketika Matahari Seolah Menghilang: Tahun Tanpa Musim Panas yang Pernah Mengubah Dunia

Pentingnya Menunjukkan kepada Anak seperti Apa Pekerjaan Orang Tua

Vrindavan di Mulut Netizen, Bharat di Konstitusi: Dua Cara Berbeda Menyebut Negeri India