Satgas Covid-19 Desak Pemda Tegas Tegakkan Disiplin Prokes Libur Akhir Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Desember 2020 12:01
Satgas Covid-19 Desak Pemda Tegas Tegakkan Disiplin Prokes Libur Akhir Tahun
Pemda diminta tegas dan berani membubarkan kerumunan

Dream - Libur panjang menjadi momen yang diwaspadai semua pihak. Pemerintah tidak ingin lagi terjadi lonjakan kasus akibat libur panjang di di mana masyarakat abai dalam penerapan protokol kesehatan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, meminta pemerintah daerah dapat menegakkan disiplin protokol kesehatan selama libur panjang tanpa pandang bulu. Selain itu, pemda juga dapat tegas dan berani membubarkan kerumunan.

" Selain itu, lakukan juga amplifikasi kampanye protokol 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak," ujar Wiku dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube BNPB.

Tak hanya itu, Wiku juga meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas di luar rumah selama libur panjang akhir tahun nanti. Sebisa mungkin, masyarakat melakukan perjalanan hanya jika dinilai benar-benar perlu.

" Walaupun sulit meminimalisasi mobilitas, tetapi kita harus menyadari bahwa langkah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekat," kata dia.

Pemerintah telah memutuskan untuk memangkas libur akhir tahun 2020 sebanyak tiga hari. Ini untuk menekan potensi lonjakan kasus Covid-19 seperti pengalaman libur panjang sebelumnya.

" Langkah ini untuk mengantisipasi potensi meningkatnya kasus positif yang seringkali terjadi para periode libur panjang," ucap Wiku.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Wajib Tahu! Ini Alasan Testing Covid-19 Penting Diikuti Saat Pandemi

Dream - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan, tahapan testing Covid-19 penting dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Dengan proses ini, diharapkan bisa mengidentifikasi seseorang yang positif atau tidak terinfeksi Covid-19.

Menurut Dewi, tindakan testing masuk strategi yang banyak diterapkan berbagai di negara di dunia. Alasannya, Covid-19 merupakan sebuah penyakit yang sangat cepat menular.

Dr Dewi mengatakan, pemahaman terhadap karakteristik Covid-19 yang cepat menular harus dipahami dengan cermat. Ia mencontohkan penularan banyak masyarakat yang tak menyadari jika dia telah menjadi orang yang menularkan corona kepada orang lain.

Kondisi ini akan menjadi mengkhawatirkan lantaran bisa meningkatkan angka pasien yang terinfeksi.

" Jadi pemeriksaan itu dilakukan untuk mengidentifikasi, siapa saja orang yang sudah tertular, kemudian dilakukan mulai dari isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit dan juga dilakukan kontak tresing ini yang sangat penting,"  kata dr Dewi dalam konferensi pers BNPB, Rabu 2 Desember 2020.

2 dari 4 halaman

SDM Indonesia Perlu Dilatih

Meski begitu, Dewi juga menyoroti soal ketersediaan SDM yang melakukan pemeriksaan di laboratorium. Pasalnya, SDM di Indonesia masih terus dilatih untuk bisa melakukan pemeriksaan di laboratorium.

" Untuk bisa memeriksa Cobid-19 ini juga ternyata perlu waktu. Kita ingat bulan Maret awal terjadi pandemi ini bentuk virus yang seperti apa saja kita masih belajar. Pada saat itu laboratorium-laboratorium belum banyak yang memenuhi persyaratan. Karena tidak sembarang laboratorium semua bisa digunakan untuk pemeriksaan Covid-19," paparnya.

" Karena ini penyakit infeksi yang sangat mudah menular, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah laboratorium untuk dapat menjadi masuk ke dalam jejaring pemeriksaan lab di Indonesia," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Covid-19 Tetap Ada Meski Vaksin Hadir, Ketua Satgas: `Sampai Kapan, Wallahualam`

Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dia mengatakan protokol tersebut merupakan kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Pun demikian ketika vaksin sudah ada, masyarakat tetap diminta disiplin. Karena, kata Doni, vaksin tidak seketika membuat kita bebas Covid-19.

" Ketika vaksin diberikan pun tidak serta merta kita bebas dari Covid-19. Vaksin tidak menghentikan Covid-19," ujar Doni, disiarkan channel YouTube BNPB.

Doni mengatakan Covid-19 akan selalu ada di sekitar masyarakat. Tidak ada yang bisa memastikan kapan Covid-19 akan berakhir.

" Covid-19 akan ada terus sepanjang waktu, sampai kapan wallahualam bissawab hanya Allah yang mengetahuinya. Hanya Tuhan yang Maha Kuasa yang mengetahuinya," kata Doni.

 

4 dari 4 halaman

Terapkan 3M, Dukung 3T

Selain disiplin menerapkan 3M, Doni meminta masyarakat mendukung pelaksanaan protokol 3T yaitu tracking, testing, dan treatment. Protokol ini sangat penting untuk mendeteksi kasus Covid-19 lebih dini.

" Kita pun harus melakukan berbagai langkah lewat pencegahan, dirasa gagal, jangan kehabisan akal atau ide, lakukan langkah mitigasi dalam cara apapun demi mencegah semakin banyaknya pihak yang terpapar," kata Doni.

Doni mengingatkan selama Covid-19 masih ada, maka tidak ada tempat yang betul-betul aman di permukaan bumi. Sehingga masyarakat perlu bergotong royong dalam menghadapi Covid-19.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar