Pakar Epidemiologi UI: Kasus Covid-19 di Dunia Sedang Fluktuatif

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Desember 2020 09:00
Pakar Epidemiologi UI: Kasus Covid-19 di Dunia Sedang Fluktuatif
64 persen negara di dunia saat ini sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Dream - Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia sedang tinggi. Per 3 November 2020, kasus positif baru di Indonesia tercatat 8.369 kasus.

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, menyebut tren fluktuatif tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan, semakin banyak negara dengan kasus Covid-19 melonjak.

" Pada bulan Mei 2020 saya mengamati, sebetulnya sudah ada 80 persen negara-negara yang wabahnya dalam kondisi terkendali, dan 20 persen fluktuatif. Tapi hari ini angkanya berbeda, kondisi wabah fluktuatif menjadi 64 persen, ini artinya bukan Indonesia saja, tapi dunia pun sedang fluktuatif," ujar Syahrizal dalam diskusi virtual.

Terdapat kecenderungan masyarakat untuk mengabaikan protokol kesehatan. Ini terungkap dari survei UNICEF bersama AC Nielsen yang dilaksanakan di enam kota besar di Indonesia.

Hasil survei itu menunjukkan perilaku menjaga jarak kerap terabaikan dengan persentase 47 persen. Angka ini lebih rendah daripada memakai masker sebanyak 71 persen dan mencuci tangan sebanyak 72 persen.

1 dari 5 halaman

Vaksin Jadi Kabar Positif

Syahrizal menegaskan, apabila perilaku ini bisa konsisten dilakukan masyarakat, maka diyakini dapat menekan rantai penularan Covid-19 secara signifikan. Dalam kondisi seperti ini, dia mengatakan perkembangan uji klinis vaksin menjadi berita baik.

" Karena memberikan harapan agar kita bisa keluar atau paling tidak berada dalam situasi di mana Covid-19 ini tidak jadi masalah bagi kesehatan masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, Syahrizal menyatakan vaksin merupakan intervensi kesehatan terbaik di abad 20. Vaksin terbukti efektif menurunkan angka kematian dan kesakitan.

" Saya kira perlu untuk meyakinkan masyarakat agar menerima vaksin Covid-19, ini tidak mudah sehingga perlu contoh dari tokoh-tokoh masyarakat," ucap Syahrizal, dikutip dari Covid19.go.id.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Waspadai Gelombang Kedua Covid-19, Jokowi: `Tidak Boleh Lengah`

Dream - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi Covid-19. Kewaspadaan ini dibutuhkan agar tidak terjadi gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Indonesia.

" Kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah, dan kita harus disiplin menerapkan prokes (protokol kesehatan), waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua," ujar Jokowi dalam sambutan pembukaan pertemuan tahunan Bank Indonesia, disiarkan Sekretariat Presiden.

Jika sampai terjadi gelombang kedua, kata Jokowi, akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan dalam mengatasi Covid-19 selama sembilan bulan lamanya. Jokowi juga meminta semua pihak fokus agar bisa lepas dari pandemi.

" Kita harus fokus untuk bergerak ke depan, fokus pada upaya-upaya untuk keluar dari pandemi, mempersiapkan vaksin dan program vaksinasi dengan cermat agar kita bisa bangkit dan pulih dari pandemi," kata Jokowi.

 

3 dari 5 halaman

Sinyal Positif Penanganan Covid-19 dan Ekonomi

Jokowi menangkap ada sinyal positif dalam penanganan Covid-19. Per 3 Desember, kata Jokowi, jumlah kasus positif aktif di Indonesia lebih rendah dari rata-data dunia.

" Indonesia memiliki kasus aktif sebesar 12,72 persen, sedangkan rata-rata dunia 28,04 persen," ucap Jokowi.

Selain itu, angka kesehatan cenderung membaik. Saat ini, tingkat kesembuhan di Indonesia sebesar 84,02 persen.

" Lebih baik dari angka kesembuhan di rata-rata dunia sebesar 69,56 persen," ucap Jokowi.

Sinyal positif juga muncul dari sektor perekonomian. Menurut Jokowi, pada triwulan kedua, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -5,32 persen namun pada triwulan ketiga menjadi -3,49 persen.

" Artinya telah melewati titik terendahnya. Melewati titik menuju membaik, tren positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak ke positif di triwulan keempat dan seterusnya," ucap Jokowi.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi: Jateng dan DKI Jakarta Perlu Perhatian Khusus

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan sejumlah lembaga terkait untuk terus fokus pada penanganan Covid-19, menyusul terjadinya lonjakan kasus sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

" Saya ingatkan ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam dua hingga tiga hari ini peningkatannya sangat drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin 30 November 2020.

Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota, agar benar-benar memegang penuh kendali di wilayah masing-masing. Terutama berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 serta masalah ekonomi.

" Tugas kepala daerah melindungi keselamatan warganya dan sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus, kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonmi yang ada," kata Jokowi.

5 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Memburuk

Jokowi menambahkan, menurut data per 29 November 2020, kasus aktif di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 13,41 persen. Angka tersebut memang masih lebih baik dibandingkan rata-rata dunia namun meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

" Tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78 sekarang 13,41," kata Jokowi.

Kondisi yang sama terjadi pada data kesembuhan. Jokowi mengatakan tingkat kesembuhan di Indonesia turun menjadi 83,44 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 84,03 persen.

" Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar