Mbah Sutini (http://hanyatauaja.blogspot.co.id/)
Dream - Usia Sutini sudah senja. Seluruh rambut sudah memutih. Kulit pembungkus raga sudah pula kisut. Namun tubuh ringkih itu masih harus menanggung beban hidup, bekerja mencari nafkah keluarga.
Saban hari, nenek berusia 80 tahun ini harus menjajakan tahu bacem di kawasan isata Candi Prambanan. Dengan keranjang dan baskom dari seng, tahu-tahu itu dia jajakan kepada para pelancong.
Namun terkadang nasib tak seguri rasa tahu itu. Kerap kali, para wisatawan, terutama pelancong asing, hanya berlenggang di depannya. Melirik dagangan pun tidak.
Saat tu pula raut gusar tergores di wajah Mbah Sutini. Berharap ada wisatawan yang bersedia membeli tahu bacemnya, sehingga bisa membawa pulang uang untuk nafkah keluarga.
Baca kisah Mbah Sutini selengkapnya di tautan berikut ini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Advertisement

Penelitian Ungkap Kebiasaan Screen Time Menggunakan Media Sosial Bisa Sebabkan Jerawat pada Remaja

Tak Hanya Indonesia, Ini Negara yang Juga Merayakan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan

Benarkah Iskandar Zulkarnain dan Alexander the Great adalah Orang yang Sama?

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tetap Berenergi tetapi Tidak Mengganggu Tidur?

Mengenal Hypersensitivity Pneumonitis, Radang Paru-Paru akibat Paparan Debu dan Jamur

Ketika Matahari Seolah Menghilang: Tahun Tanpa Musim Panas yang Pernah Mengubah Dunia

Pentingnya Menunjukkan kepada Anak seperti Apa Pekerjaan Orang Tua