Kisah Rizki Rela Jadi Badut Jalanan, Demi Makan Sehari-hari

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 19 November 2020 09:43
Kisah Rizki Rela Jadi Badut Jalanan, Demi Makan Sehari-hari
Tidak ada rasa malu sedikitpun bagi Rizki melakoni badut jalanan.

Dream - Pandemi Covid-19 berimbas pada sektor perekonomian. Kondisi itu memaksa Rizki, 18 tahun, harus ikut membantu perekonomian orang tua.

Tujuannya hanya satu, agar dia bisa terus bersekolah dan makan sehari-hari bersama 2 adiknya. Tidak ada rasa malu sedikitpun buat dia melakoni badut jalanan.

Jarum jam di teriknya panas hari ini menunjukkan pukul 12.21 WITA.

Lenggak-lenggok badut jalanan di bawah rindang pepohonan, menarik perhatian pengguna jalan, di kawasan Jalan Pangeran Untung Surapati, depan pusat belanja Big Mall.

 

1 dari 5 halaman

Tidak Merasa Malu

Anak-anak pun ikut riang kegirangan, melihat aksi sang badut yang kerap melambaikan tangan. Tidak jarang mereka memberi tips uang kepada sang badut. Nominalnya variatif mulai Rp2.000.

Di balik kostum badut itu adalah Rizki, pelajar salah satu sekolah kejuruan di Samarinda, Kalimantan Timur, jurusan teknik otomotif.

Sudah dua bulan ini dia jadi badut jalanan, tidak ada rasa canggung sedikitpun bagi dia menjadi badut demi mendulang rupiah.

" Kalau habis belajar online pagi, saya siang jadi badut," kata Rizki, mengawali perbincangan bersama merdeka.com di trotoar Jalan Pangeran Untung Surapati, Rabu, 18 November 2020 siang.

2 dari 5 halaman

Bantu Ekonomi Keluarga

Rizki melakoni itu bukan tanpa alasan. Ayahnya yang jadi tulang punggung keluarga, seorang buruh bangunan.

Sejak pandemi Covid-19, tawaran pekerjaan bangunan sangat minim. Kondisi itu tentu berimbas dengan penghasilan ayahnya, yang mesti menyekolahkan dia agar jadi orang sukses.

" Kalau tidak ada bekerja bangunan, kan tidak ada penghasilan. Bapak tidak dapat uang," cerita Rizki.

3 dari 5 halaman

Upah Hanya Rp20 Ribu Perhari

Kondisi itu membuat dia beranjak untuk ikut membantu ekonomi keluarganya. Berawal dari tawaran temannya, dia pun menjadi badut jalanan.

Rata-rata per hari, dia bisa mendapatkan Rp 50 ribu-Rp60 ribu, dari pemberian sedekah pengguna jalan. Namun demikian, nominal itu, harus dia bagi lagi.

" Saya dapat Rp30 ribu, teman saya dapat Rp20 ribu. Tidak apa-apa, harus disyukuri. Yang penting ada uang saya bawa pulang. Buat makan, buat adik-adik saya. Sesekali saya tabung, kalau ada sisa sedikit," ungkap Rizki.

 

4 dari 5 halaman

Miliki Cita-Cita

Sama seperti anak seumurnya, Rizki pun memiliki cita-cita.

" Saya punya cita-cita jadi polisi. Tapi waktu saya jatuh dari motor tahun 2016, tangan kanan saya jadi ngilu kalau angkat yang berat-berat. Tidak punya uang ke dokter, jadi saya berobat kampung, diurut-urut," ungkap Rizki.

Dari kejadian itu, keinginan dia jadi polisi pun dia kubur sementara waktu.

" Tidak tahu, bisa atau tidak tangan kanan saya jadi begini. Jadi, keinginan saya kedepan saya mau buat usaha kecil-kecilan saja di rumah," jelas Rizki.

5 dari 5 halaman

Pantang Menyerah

Rizki yang memiliki hobi futsal dan mengidolakan Ronaldo eks pemain Real Madrid itu punya prinsip hidup, pantang menyerah menjalani hidup.

" Yang penting, saya pantang menyerah. Ya, inilah susahnya cari uang, saya merasakan sendiri. Harus terus semangat membantu orangtua," tutup Rizki mengakhiri perbincangan.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar