Senandung 'Deen Assalam' Jokowi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 30 November 2018 17:00
Senandung 'Deen Assalam' Jokowi
Qasidah menjadi penyemangat dan memupuk optimisme umat Islam.

Dream - Abtahaiyyah wassalam, ansyuru ahlal kalam, zainuddin yahtirom. Potongan syair indah ini mungkin sudah akrab di telinga kita.

Bait ini merupakan bagian dari lirik lagu Deen Assalam yang pernah di-cover oleh grup Sabyan Gambus. Kemerduan suara Nissa Sabyan dan keindahan lirik itu membuat banyak orang merasa tersentuh.

Demikian pula yang terjadi di Asrama Haji Pondok Gede pada Kamis malam, 29 November 2018. Tetapi, kesyahduan tidak dihadirkan oleh Nissa Sabyan, melainkan Presiden Joko Widodo.

" Abtahiyyat wabsalam, Ansyuru ahlal kalam, zainuddin yahtirom, sudah. Saya hanya hapal reff-nya. Seterusnya bapak ibu suaranya lebih bagus," ujar Jokowi saat menutup Festival Bintang Vokalis Qasidah Tingkat Nasional 2018 digelar Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPP Lasqi).

Dikutip dari merdeka.com, Jokowi mengatakan Islam adalah agama yang memiliki perhatian begitu besar terhadap kesenian, sains, dan kebudayaan. Salah satu penandanya adalah berkembangnya seni qasidah hingga saat ini.

" Dalam peradaban Islam, seni seperti qasidah dapat terus berkembang sampai saat ini dan memberikan semangat pada umat, mengingatkan kita yang terbaik, akhlakul karimah," kata Jokowi.

1 dari 1 halaman

Qasidah Berkembang dari Waktu ke Waktu

Qasidah, kata Jokowi, memupuk semangat optimisme dalam hati umat Islam. Kesenian inipun berkembang mengikuti perguliran zaman.

Jokowi mencontohkan di era 70an sampai 80an, gaung qasidah begitu populer dengan kemunculan lagu Merdeka Membangun oleh kelompok musik Nasida Ria. Saat ini, gaung tersebut kembali terdengar lewat sejumlah lagu yang dibawakan Sabyan.

" Sabyan muncul sebagai grup qasidah yang milenial dan fenomenal. Saya lihat kemarin di YouTube, yang melihat hampir 174 juta. Sudah hampir sebanyak jumlah penduduk Indonesia," kata Jokowi.

Karena sangat fenomenal, Jokowi sampai hapal lirik lagu bernuansa shalawat khas Sabyan. Terutama, Deen Assalam yang berisi pesan untuk menyebarkan Islam lewat perilaku santun dan damai.

" Kalau kita artikan tadi, abtahiyyat wabsalam, melalui perilaku mulia dan damai. Kemudian ansyuru ahlal kalam zainuddin yahtirom, sebarkanlah ucapan yang manis," kata Jokowi.

Sumber: Merdeka.com/Supriatin

Beri Komentar