(Foto: Shutterstock)
Dream - Perkembangan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan dinilai cukup terkendali. Masyarakat dinilai semakin patuh pada protokol kesehatan dengan menerapkan 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan, dalam sebulan terakhir Satgas Covid-19 melakukan pemantuan di 4,5 juta titik di seluruh Indonesia. Hasil pemantauan menunjukkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M terus membaik.
" Dari laporan ini kami lihat bahwa kepatuhan individu dan institusi yang kami nilai, ternyata kepatuhan individunya menggunakan masker, contohnya, relatif mereka sudah menggunakan masker," ujar Wiku dalam Update Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Pangan, disiarkan YouTube BNPB.
Meski demikian, masih ada masyarakat yang belum mengenakan masker. " Ada sekitar 20 persen yang belum tertib menggunakan masker," kata dia.
Peningkatan kepatuhan juga terjadi pada protokol kesehatan lain yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan. Data pemantauan, kata Wiku, didapatkan berkat koordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, serta Duta Perubahan Perilaku di seluruh Indonesia.
Tren peningkatan kepatuhan juga terdapat para institusi. Sebanyak banyak institusi mematuhi protokol kesehatan meski belum sempurna dalam penerapannya.
Selanjutnya, Wiku mengatakan dalam rentang waktu delapan bulan sejak Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia, pola adaptasi institusi terhadap kebiasaan normal baru sudah muncul. Dampaknya, lonjakan kasus secara drastis tidak terjadi.
" Data-data menunjukkan angka kasus aktif turun dan kesembuhan naik," ucap Wiku.
Peningkatan kesembuhan tersebut menandakan masyarakat mendapatkan perawatan di rumah sakit secara lebih dini. Menurut Wiku, ini penting karena merupakan modal membangun pemulihan ekonomi terdampak pandemi.
" Semakin kita bisa menjaga perilaku kita secara kolektif dan disiplin, maka tentunya kita juga bisa mulai start untuk pemulihan ekonomi nasional," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan relatif terkendali. Ini merupakan bukti penanganan Covid-19 pemerintah bersama masyarakat berjalan efektif.
" Ini adalah suatu prestasi nasional bersama ternyata masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama mengendalikan kasus," ujar Wiku dalam Update Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Pangan disiarkan YouTube BNPB.
Wiku menjelaskan persentase kasus aktif saat ini di bawah rata-rata dunia. Data terkini menunjukkan kasus aktif di Indonesia sebanyak 12,52 persen, sedangkan angka global sebanyak 26,79 persen.
" Jadi kita lebih rendah dan selisihnya 14,27 persen," kata Wiku.
Menurut Wiku, sempat terjadi kenaikan kasus positif setelah libur panjang. Tetapi, dalam beberapa waktu kasus tersebut dapat kembali menurun.
Untuk kasus aktif atau pasien yang masih dirawat terus menunjukkan data menurun. Wiku menilai perkembangan ini dapat dicapai lewat kerja sama yang baik semua pihak khususnya masyarakat dan pemerintah.
Selain penurunan kasus aktif, kata Wiku, data pasien sembuh mengalami peningkatan cukup signifikan. Persentase kesembuhan dari Covid-19 saat ini sebesar 84,14 persen, lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata global sebesar 70,71 persen.
" Jadi ini selisihnya 13,4 persen. Kasus kesembuhan kita lebih tinggi daripada global," ucap Wiku.
Tetapi, kasus kematian di Indonesia masih berada di atas rata-rata global. Tingkat kematian akibat Covid-19 Indonesia saat ini sebanyak 3,34 persen sementara angka global 2,5 persen.
" Kita masih di atas global yaitu 0,84 persen," kata Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Sejak virus covid-19 pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020, otoritas kesehatan telah memeriksa sebanyak 4.790.024 spesimen. Pemeriksan ini berasal dari 3.080.718 orang sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia.
Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan angka itu didapatkan setelah pada 8 November 2020 kemarin pemerintah memeriksa sebanyak 35.588 spesimen yang diambil dari 20.941 orang yang dilakukan di 246 laboratorium di seluruh Indonesia.
Spesimen itu diperiksa dan menunjukkan hasil bahwa hingga saat ini Indonesia telah mencatat total 437.716 kasus Covid-19 dengan 368.298 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 14.614 orang lainnya meninggal dunia.

Selain itu, data Satgas Penanganan Covid-19 juga menyebutkan tingkat positive rate Indonesia yang didapatkan dari jumlah hasil positif dibagi dengan jumlah kasus yang diperiksa spesimen mencapai 14,2 persen.
Dari seluruh wilayah di Indonesia, Daerah Ibukota Jakarta menjadi wilayah yang menyumbang jumlah total kasus terbanyak yaitu 112.027 orang.
Meskipun demikian, DKI Jakarta juga menyumbang jumlah angka pasien sembuh terbanyak yakni 101.707 orang.
Advertisement

Terlalu Banyak Makanan Olahan Bisa Bikin Lemak Menumpuk di Otot dan Mengancam Lutut

Garbarata Generasi Baru dari Bukaka Bakal Berseliweran di Bandara Terbaik Dunia

Tren Aneh Pria Potong Bulu Mata demi Terlihat Lebih Maskulin, Ketahui Risikonya bagi Mata

Cuma Cium Aroma Cokelat Sebelum Olahraga Bisa Bikin Pria Mampu Tambah Repetisi

Sejarah Batik: Dari Teknik Pewarnaan Kuno hingga Menjadi Identitas Budaya Indonesia

