Misteri Isi Ponsel Brigadir J

Reporter : Alfi Salima Puteri
Sabtu, 23 Juli 2022 09:46
Misteri Isi Ponsel Brigadir J
Kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J telah naik penyidikan

Dream - Dua handphone milik Brigadir J masih diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. Diketahui, Brigadir J tewas diduga usai baku tembak dengan Bharada E di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kawasan Jakarta Selatan.

" Ada dua handphone yang sudah diamankan oleh labfor dan semuanya masih proses pendalaman oleh laboratorium forensik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 23 Juli 2022.

Suasana Pra Rekonstruksi Kasus Penembakan Brigadir J© Merdeka.com

Dedi menjelaskan, tim penyidik dari Labfor masih melakukan pemeriksaan terhadap handphone milik Brigadir J. Namun, ia belum bisa membeberkan secara rinci untuk hasil dari pemeriksaan handphone itu.

 

1 dari 2 halaman

" Jadi ada beberapa barang bukti yang saat ini masih proses pemeriksaan di labfor ya, antara lain handphone Brigadir J sudah diamankan dan diperiksa oleh labfor. Nanti labfor yang bisa menjelaskan secara scientific," tuturnya.

Tak hanya handphone milik Brigadir J saja yang dilakukan pemeriksaan, barang bukti lainnya seperti pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian tersebut dan lain-lain.

" (Barang bukti) Semua sudah disita, dan sudah diperiksa oleh labfor, masalah DNAnya. Kemudian bukti-bukti visual lainnya semua diperiksa," imbuh Dedi.

2 dari 2 halaman

Polisi resmi menaikkan status kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, naik penyidikan. Kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J naik penyidikan setelah polisi menggelar perkara tersebut pada hari ini.

Jadi status laporan dari pihak pengacara keluarga Brigadir J dari penyelidikan sekarang statusnya sudah naik ke penyidikan," ujar Dedi.

Naiknya status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan, lanjut Dedi, menunjukkan polisi telah bekerja sangat cepat dengan tetap berpegang pada kaidah pembuktian secara ilmiah.

" Ini merupakan standar operasional dalam proses penyidikan. Semuanya harus dapat dibuktikan secara ilmiah, karena apa, karena bukti-bukti ini akan diuji di persidangan" .

Beri Komentar