Pengakuan Mengejutkan Begeng, Pembunuh Bocah di Depok

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 9 Februari 2016 14:22
Pengakuan Mengejutkan Begeng, Pembunuh Bocah di Depok
Meski telah ditetapkan tersangka, Begeng mengaku tak membunuh korban.

Dream - Januar Arifin alias Begeng tersangka penculik dan pembunuh seorang bocah bernama Jamaluddin, sejak Minggu, 7 Februari telah ditahan di Polresta Depok.

Meski telah ditetapkan tersangka, Begeng mengaku tak membunuh korban.

Menurut keterangan Begeng, dia hanya diperintahkan orang lain untuk membawa bocah itu ke rumahnya di Jalan H Albaido RT 014/09, Nomor 62, Kelurahan Lubang buaya, Kecamatan, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 6 Februari 2016.

Setelah itu, pada tengah malam, ada dua orang yang namanya tidak mau disebutkan oleh Begeng masuk ke rumahnya dan menemui Jamal di dalam kamarnya.

" Saya gak tahu anak itu diapain aja sama mereka di kamar. Soalnya saya di luar," ujar Begeng.

Begeng bercerita, sejak Jumat, 5 Februari 2016, dia diancam oleh kedua orang itu untuk membawa Jamal ke rumahnya di Lubang Buaya. Ancaman katanya dilakukan melalui via sms.

" Kalau saya gak mau, saya mau dimatiin sama mereka. Jadi bukan saya yang bunuh Jamal," ujar dia.

Menurut Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono, polisi tidak mengejar pengakuan pelaku dalam setiap kasus pembunuhan Jamal.

Sebab, semua bukti dan fakta yang ada memastikan jika Begeng terlibat dalam kasus tewasnya Jamal.

" Apakah ada pelaku lainnya itu masih kami dalami," ujar Dwiyono, Selasa 9 Februari 2016.

Selain itu kata dia, polisi juga masih mendalami motif pelaku. Tetapi, dia masih menunggu hasil visum dan otopsi dari Tim Labfor di RS Polri Sukanto Kramatjati, Jakarta Timur.

" Kami juga mendalami kemungkinan adanya kekerasan seksual yang dialami oleh korban yang masih dibawah umur. Tapi, semuanya akan dilihat dari hasil otopsi laboratorium forensik," ujar dia

Seperti diketahui sebelumya, Jamaluddin, bocah kelas I SDN Beji 03, diculik dari rumahnya di Jalan H Asmawi, No 64 RT 08/15, Beji, Depok, Sabtu, 6 Februari siang, sepulang sekolah.

Bocah berumur tujuh tahun itu akhirnya ditemukan tewas tak bernyawa di kamar mandi rumah penculiknya Januar Arifin Alias Begeng.

Beri Komentar