Advertisement
Ke diajak ibunya karena tak ada yang menjaga bocah itu di rumah.
Brigadir Heri menggunakan uang pribadi untuk menebus jenazah dari rumah sakit.
Puasa tidak menjadi penghalang bagi petugas medis ini untuk membantu pasien.
Ternyata tuna wisma ini punya wajah rupawan.
Peninah tak punya penghasilan akibat pandemi Covid-19.
Driver ini tidak kenal kata menyerah.
Sertu Rizka mengalami kebutaan akibat tumor otak.
HIdup sebatang kara dan tinggal di rumah yang kurang layak.
Orang di luar sana menjauh dan menolak untuk mengubur korban covid-19, Abdul Malabari memilih untuk mengorbankan diri agar jenazah-jenazah tersebut tenang.
Dia antarkan sendiri pesanan menggunakan sepeda motor.
Kakek itu sudah tidak punya uang.
Pengumpulan dana sudah dimulai sejak Maret 2020.
Lusi tercatat sebagai relawan Gugus Cepat Penanggulangan Covid-19 dari unsur BPBD.
Video itu memperlihatkan seorang bocah berusia tujuh tahun sedang mendorong kursi roda diduduki ayahnya
Kondisi dua bocah ini sangat memprihatinkan. Kisahnya viral. Ini ceritanya.
Banyak murid dari Guru Avan kesulitan belajar di rumah karena tak punya fasilitas.
Mak Minah tinggal sebatang kara.
Elsya Sandria yang berinisiatif menggalang donasi sempat datang ke rumah baru Pak Sri Raharjo.
Bocah cantik itu ingin menyumbangkan tabungannya demi tim medis.
"Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani wali murid," tambah Avan.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak