"Saya bilang pada Sri Mulyani, jangan takut-takuti orang tahun depan akan kiamat. Saya telepon, jangan begitu, jangan kasih takut semua orang," katanya.
Bendahara negara ini mengatakan investasi EUR 1 miliar (Rp14,8 triliun) dari EIB bisa direalisasikan dalam waktu bulan saja. Sehingga dia berharap, EIB bisa menanamkan modal lebih dari angka itu.
Sri Mulyani mengatakan, pengalokasian TKD ini dipengaruhi oleh adanya beberapa provinsi baru di Papua dan peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) karena kenaikan harga komoditas.