Saudi Miliki 90 Ribu Ton Cadangan Uranium, Cukup untuk Senjata Nuklir

Reporter : Arini Saadah
Sabtu, 19 September 2020 08:03
Saudi Miliki 90 Ribu Ton Cadangan Uranium, Cukup untuk Senjata Nuklir
Arab Saudi akan mengembangkan senjata nuklir apabila negara saingannya Iran juga melakukan hal yang sama.

Dream – Cadangan sumber daya alam yang cukup potensial untuk program pembuatan senjata nuklir telah teridentifikasi di negara Arab Saudi.

Laporan Daily Star menyebutkan ahli geologi telah mengidentifikasi cadangan yang bisa menghasilkan lebih dari 90 ribu ton uranium, dari tiga endapan di tengah dan barat negara Arab Saudi.

Eksplorasi lebih lanjut masih memerlukan verifikasi yang lebih detail. Laporan itu ditemukan oleh Institut Riset Geologi Uranium Beijing (BRIUG) Perusahaan Nuklir Nasional China yang bekerjasama dengan Survei Geologi Saudi.

1 dari 4 halaman

Rencana Pengembangan Senjata Nuklir

Ilustrasi© Pixabay

Profesor Kip Jeffrey yang merupakan Kepala Sekolah Pertambangan Camborne di Universitas Exeter mengatakan, uranium akan jauh melebihi dari apa yang dibutuhkan oleh beberapa pembangkit listrik.

Sementara itu, Mark Hibbs rekan senior dalam program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for Peace menyebut, penemuan sumberdaya alam ini sangat membantu program pembuatan senjata nuklir.

“ Jika Anda mempertimbangkan pengembangan senjata nuklir, semakin banyak program nuklir asli, maka akan semakin baik,” tutur Markk Hibbs.

“ Dalam beberapa kasus, pemasok uranium asing akan membutuhkan komitmen penggunaan damai dari pengguna akhir, jadi jika uranium ini asli, maka anda tidak perlu khawatir tentang kendala itu,” tambahnya.

China mulai bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2017, sebagai bagian dari perjanjian kerjasama dalam bidang energi nuklir dan telah selesai pada akhir tahun 2019.

2 dari 4 halaman

Bahan Baku Uranium Ditemukan di Kota Neom

Ilustrasi© Pixabay

Salah satu potensi cadangan uranium yang dimiliki Arab Saudi itu tampaknya berada di dekat Kota Neom, yaitu dekat dengan perbatasan antara Mesir dan Yordania.

Bruce Riedel dari Brookings Institution memaparkan, Arab Saudi secara agresif mengejar prasyarat untuk membuat program energi atau senjata nuklir.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman sebelumnya telah menyampaikan, Arab Saudi akan mengembangkan senjata nuklir apabila negara saingannya Iran juga melakukan hal yang sama.

3 dari 4 halaman

Badan Energi Atom Internasional

Ilustrasi© Pixabay

Awal pekan ini dikabarkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bekerjasama dengan Lembaga terkait di China, untuk mengembangkan uranium di Arab Saudi.

IAEA menerbitkan sebuah dokumen yang menunjukkan, membantu kerajaan Arab Saudi untuk membuat bahan bakar nuklir.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan, “ sangat penting bahwa badan tersebut hadir serta terlibat dengan negara manapun yang hendak melakukan aktivitas apapun yang berkaitan dengan pengembangan bahan bakar nuklir.”

Terlepas dari kerja sama tersebut, inspektur pengawas nuklir PBB ternyata tidak mengizinkan nuklir dikembangkan di negara Arab Saudi.

4 dari 4 halaman

Neom, Kota Baru Saudi yang Telan Dana Rp6.704 Triliun

Dream – Selain perpajakan dan rencana listing sebagian kecil saham Saudi Aramco, Arab Saudi juga punya sesuatu yang nendang dalam Visi 2030.

NEOM, Kota Baru Saudi yang Telan Dana Rp6.704 T© MEN

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman berencana akan membangun sebuah kawasan kota baru yang bernama NEOM.

Dilansir dari laman Wikipedia, Jumat 5 Januari 2018, Saudi berencana untuk membangun kota baru yang bernama NEOM. Nama NEOM ini berasal dari dari dua kata, yaitu “ neo” yang berarti baru, dan “ mostaqbal” yang berarti masa depan.

Bisa dikatakan NEOM ini merupakan kota baru masa depan Saudi. Kota baru seluas 26.500 meter persegi ini dibangun di Tabuk dan berdekatan dengan perbatasan Saudi-Yordania dan Saudi-Mesir.

Dikutip dari Saudi-US Trade Group, 10 persen alur perdagangan dunia melewati Laut Merah, wilayah yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika.

“ Zona ini akan menghubungkan 70 persen populasi dunia untuk meraih kawasan itu dalam waktu delapan jam,” tulis Public Investment Fund.

Pangeran Mohammed akan membangun NEOM di kawasan hijau di Laut Merah. Pembangunan kota baru ini diprediksi mencapai US$500 miliar (Rp6.704,5 triliun). Pendanaan ini berasal dari pemerintah Saudi, sovereign wealth fund, serta investor lokal dan internasional.

Kota NEOM juga akan menciptakan lapangan pekerjaan dan menarik talenta-talenta yuang berbakat. Ada sembilan sektor dan industri yang akan berusaha di kota ini. Sekadar catatan, NEOM kaya akan tenaga angin dan tenaga surya dan cocok untuk mengembangkan energi baru terbarukan.

“ Tempat ini tidak diperuntukkan untuk orang atau perusahaan biasa,” kata Mohammed kepada CNN. (ism) 

Beri Komentar