Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 2019, Februari Terbesar!

Reporter : Sugiono
Jumat, 11 Januari 2019 13:01
Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 2019, Februari Terbesar!
Gerhana bulan total super blood moon 21 Januari 2019 merupakan awal dari tiga rangkaian supermoon 2019. Supermoon 2019 terbesar muncul di bulan Februari.

Dream - Salah satu fenomena astronomi langka yang sangat ditunggu-tunggu warga dunia adalah gerhana bulan total atau super blood moon.

Gerhana bulan total super blood moon ini pernah terjadi pada 28 Juli 2018 lalu. Saat itu gerhana bulan total super blood moon menjadi gerhana dengan durasi paling lama.

Gerhana bulan total super blood moon 28 Juli 2018 dimulai pukul 01:24:25 WIB hingga pukul 05:19:03 WIB.

Sayangnya, gerhana bulan total 28 Juli 2018 itu hanya bisa disaksikan oleh warga Asia, Amerika Selatan dan Afrika.

Namun, untuk gerhana bulan total super blood moon 2019 di bulan Januari ini, warga Amerika Utara dan Selatan bisa menyaksikannya.

Beberapa wilayah di timur Samudra Pasifik dan barat Samudra Atlantik juga mengalami gerhana bulan total super blood moon pada 21 Januari 2019 ini.

Tidak itu saja, warga di barat Eropa dan Afrika juga akan dapat melihat gerhana bulan total super blood moon 2019 itu, jika cuaca memungkinkan.

Selama peristiwa langka itu berlangsung, bulan purnama akan menjadi berwarna merah darah. Karena penampakan tersebut, gerhana bulan total pada 21 Januari itu disebut dengan super blood moon.

Ketika gerhana bulan total, bulan akan terlihat gelap agak kemerahan. Warna merah merupakan cahaya matahari yang telah melewati atmosfer Bumi hingga tampak agak keruh.

Dikutip dari Earthsky.org, akan ada tiga fenomena astronomi berupa supermoon pada awal tahun 2019 ini.

Gerhana bulan total super blood moon pada 21 Januari merupakan yang pertama dari tiga supermoon 2019.

Sementara untuk supermoon kedua dan ketiga akan terjadi pada tanggal 19 Februari dan 21 Maret 2019.

Supermoon adalah bulan purnama atau bulan baru yang kebetulan berada di titik terdekat dengan Bumi.

Karena itulah bulan purnama pada saat itu terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Dari ketiga supermoon 2019, bulan purnama super pada 19 Februari merupakan supermoon terdekat dan terbesar tahun ini.

Menurut Goddard Space Flight Center di NASA, gerhana bulan total super blood moon pada 21 Januari akan berlangsung selama 1 jam 21 menit.

Gerhana bulan total super blood moon 21 Januari itu akan mencapai puncaknya pada 5:16 pagi GMT.

Di kalangan suku penduduk asli Amerika, gerhana bulan total super blood moon pada 21 Januari itu disebut dengan super blood wolf moon.

Disebut demikian karena selama berlangsung super blood wolf moon itu semua anggota kawanan serigala yang lapar melolong di luar sarang mereka.

Sayang, fenomena gerhana bulan total super blood moon 21 Januari tidak bisa disaksikan oleh mereka yang berada di Indonesia.

Gerhana bulan total super blood moon 21 Januari akan menjadi yang terakhir yang terlihat hingga muncul lagi pada Mei 2021.

Sementara bagi warga AS, gerhana bulan total super blood moon tanggal 21 Januari itu akan menjadi yang terakhir yang terlihat hingga 2022. (ism)

1 dari 2 halaman

Allahu Akbar! Deretan Foto Penampakan Gerhana Bulan Total di Jakarta

Dream - Momen langka gerhana bulan total dini hari tadi akhirnya menyapa langit Indonesia. Hampir semua wilayah di Nusantara bisa menikmati momen saat fenomena Blood Moon muncul.

Gerhana bulan total malam tadi berlangsung cukup lama. Selama 1 jam 43 menit. Ini menjadikannya sebagai fenomena gerhana bulan terlama sepanjang abad ini.

(Baca: Jarang Diketahui, Ada Fenomena Lain Pas Gerhana Bulan 28 Juli)

Warga Jakarta tak luput menyaksikan momen gerhana bulan ini. Masyarakat ibukota bisa menyaksikan gerhana bulan Micro Blood Moon sejak tengah malam.

Gerhana Bulan Total© Liputan6.com

Para fotografer tak lupa mengabadikan momen langka tersebut.

(Baca: Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 Langka, Ini Alasannya)

Dikutip dari Liputan6.com, fotografer Johan Tallo sempat memotret gerhana bulan total saat melintasi langit ibukota.

Tengok foto-fotonya di sini:

(Sah, SUmber: Liputan6.com/Johan Tallo)

2 dari 2 halaman

Jarang Diketahui, Ada Fenomena Lain Saat Gerhana Bulan 28 Juli

Dream - Gerhana bulan total 28 Juli 2018 menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Waktu gerhana yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.29 WIB akan menjadi fenomena alam terlangka dalam abad ini. 

Para ahli menyatakan gerhana bulan total kedua setelah awal Januari 2018 ini merupakan yang terlama.

Namun tak banyak yang tahu jika ada fenomena lain yang terjadi pada saat yang bersamaan. 

Mengutip laman bosscha.itb.ac.id, Jumat, 27 Juli 2018, selain gerhana bulan total, akan muncul fenomena langka lainnya yaitu oposisi Mars. Fenomena tersebut merupakan posisi planet luar Mars yang berlawanan arah 180 derajat dengan Matahari dilihat dari Bumi.

Fenomena tersebut biasanya terjadi setiap 26 bulan sekali. Observatorium Bosscha memantau, pada 27 Juli 2018, Mars berada pada titik paling dekat dengan Matahari. Fenomena itu disebut perihelion.

Karena jaraknya yang berdekatan dengan Matahari, ukuran Mars akan terlihat besar. Meski demikian, ukurannya tidak akan berubah secara signifikan.

Jika dilihat dari Bumi dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti titik merah yang lebih terang dibanding cahaya bintang. Apabila melihat dengan teleskop, piringan planet merah akan terlihat dua kali lebih besar saat berada pada titik terjauhnya dengan Matahari.

Gerhana Bulan Total Akhir Pekan Ini Akan Mengubah Dunia© MEN

Dengan adanya fenomena ini, Observatorium Bosscha melakukan beberapa kegiatan pengamatan fotografi dan spektroskop seperti, mempelajari kondisi atmosfer Bumi secara kualitatif dan merekonstruksi spektrum atmosfer Bumi sebagai model atmosfer planet layak huni untuk dibandingkan dengan atmosfer di planet luar tata surya (ekstrasolar).

Kemudian melakukan pengamatan mengenai perubahan yang terjadi pada tutupan salju/es kutub (polar cap) Mars. Kegiatan yang dilakukan Observatorium Bosscha ini tidak terbuka bagi umum. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk menyaksikan di rumah masing-masing atau bersama komunitas astronomi yang menggelar pengamatan gerhana bulan total.

(Sah)

Beri Komentar