Graha Es Krim Zangrandi (Shutterstock.com)
Dream - Jalan-jalan ke Surabaya, rasanya tak lengkap tanpa mampir dan menikmati es krim legendaris Zangrandi. Toko es krim ini sudah melegenda dan menjadi salah satu spot kuliner andalan Ibu Kota Jawa Timur.
Sayangnya, kamu mungkin tak akan lagi bisa merasakan kelezatan es krim legendaris ini. Karena Senin, 22 Maret 2021, menjadi hari terakhir toko es krim ini buka.
Kabar mengejutkan ini diumumkan manajemen Zangrandi lewat Instagram @zangrandi.icecream. Penutupan ini disebut hanya untuk sementara waktu.
Tak ada yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada toko es krim itu. Yang jelas, toko itu tutup dalam waktu lama tanpa ada ada kepastian kapan buka kembali.
Lihat postingan ini di Instagram
© Es Krim Zangrandi (Shutterstock.com)
Zangrandi pertama kali dibuka pada 1930, saat Surabaya masih dipegang kekuasaan Hindia Belanda. Usaha es krim ini adalah milik keluarga Roberto Zangrandi berkebangsaan Italia.
Seluruh resep es krim toko ini diciptakan oleh Nyonya Roberto Zangrandi, yang dulu dikenal dengan panggilan 'Mevrouw Zangrandi'.
Seluruh es krim dibuat dengan bahan alami. Teknik pembuatannya pun tidak berubah sejak dulu sehingga menyajikan rasa yang sama.
Toko Es Krim Zangrandi berlokasi di Jalan Sindu Negara yang kini dikenal dengan Jalan Yos Sudarso. Menu yang ditawarkan saat itu adalah vanila, coklat, stroberi, moka, tutti frutti, macadonia, serta es krim soda.
© Es Krim Zangrandi (Shutterstock.com)
Pada 1960, Roberto memutuskan pulang ke Italia. Toko es krim itu beserta resepnya kemudian dibeli oleh Adi Tanumulia, seorang pengusaha winery.
Karena basisnya di bidang winery, Adi menciptakan rasa-rasa baru di antaranya kopyor, raspberi, durian. Zangrandi sangat mempertahankan karakternya, mulai bahan baku, resep, hingga interior toko yang masih kental dengan gaya arsitektur Eropa.
Keputusan ini tentu sangat disayangkan masyarakat terutama generasi orangtua yang tahu betul bahwa Zangrandi menjadi saksi sejarah zaman kolonial. Mereka pun berharap kedai tersebut tidak ditutup secara permanen dan kembali menemani masayarakat Kota Pahlawan melintasi zaman demi zaman.
Reporter : Radhika Nada
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru