Ilustrasi
Dream - Dalam sehari berapa banyak waktu Anda habiskan di depan komputer atau berkutat dengan gadget? Jika dihitung, tentu cukup lama bukan? Saat ini, orang lebih memilih untuk berkomunikasi secara virtual melalui social media dibandingkan berbicara secara langsung dengan orang-orang sekitarnya. Mengapa ya?
Implikasi Psikologis
Interaksi sosial manusia membuat satu set area otak menjadi aktif secara konsisten. Daerah ini bertanggung jawab untuk membuat kesimpulan tentang pikiran manusia lainnya. Ketika sedang berinteraksi dengan orang lain, secara otomatis manusia membuat kesimpulan tentang orang lain.
Anda tidak bisa tidak merenungkan apa yang orang lain pikirkan, apa arti ekspresi wajah mereka, apa niat mereka, dan sebagainya. Kecenderungan ini membuat interaksi sosial secara langsung menjadi menuntut. Interaksi dengan manusia membutuhkan keterlibatan emosional, dan usaha sehingga lebih kognitif, daripada berinteraksi dengan komputer.
Tidak Butuh Banyak Usaha
Studi menemukan bahwa interaksi sehari-hari hampir seluruhnya didasarkan pada komunikasi non-verbal. Ketika berinteraksi dengan orang lain, manusia terus memproses sinyal tanpa kata-kata seperti ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh, bahasa tubuh, kontak mata, dan bahkan jarak fisik dengan lawan bicara.
Sinyal-sinyal ini memungkinkan Anda untuk menyimpulkan niat orang lain, serta bagaimana mereka terlibat dalam percakapan, apakah stres, santai, tertarik, atau tidak. Sinyal ini menambah tingkat kedalaman interaksi, namun menuntut pacuan usaha kognitif dan emosional.
Usaha ekstra yang terlibat dalam interaksi tatap muka dapat terhindar dalam interaksi online yang terbentuk oleh isyarat-isyarat sosial minimal. Sebagian besar sinyal ini dapat diringkas dalam emoticon atau tanda baca. Itulah mengapa lebih mudah mengutarakan emosi Anda dibalik email, share Facebook, tweeting hingga tukar pikiran di Setipe.
Buktikan dengan mempraktekan beberapa hal di bawah ini
- Memaksimalkan feature yang ada di email dan kirim sesuatu ke teman Anda
- Share sesuatu yang Anda temukan di sebuah situs untuk share di Facebook
- Tweet satu hal yang terlintas di kepala, tulis hanya dalam 1 kalimat, dan tekan tweet!
- Ngobrol dengan teman baru di Setipe.com dan rasakan sensasi bertukar pikiran lewat bantuan dunia virtual
Komunikasi virtual berperan sangat signifikan dalam kehidupan modern. Interaksi secara virtual membuat seseorang merasa terhubung tanpa kesulitan. Opsi ini menyelamatkan Anda pada langkah awal bercakap dengan orang lain selagi Anda masih mempersiapkan diri untuk bertemu langsung.
Sumber: Vemale.com. (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif