Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - InJourney atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) menyebut bahwa warga Indonesia kurang piknik. Rerata perjalanan wisata perpenduduk Indonesia hanya 2,6 kali dalam setahun.
Menurut Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Rosadi Harman, angka tersebut diperoleh dari data Organisasi Turisme Dunia (UN-WTO) yang dirilis pada 2019, yang dikumpulkan selama empat tahun berturut-turut.
" Orang Indonesia kurang piknik, per tahun penduduk cuma 2,6 kali (perjalanan)," kata Herdy, dikutip dari merdeka.com, Senin 12 Desember 2022.
Angka itu, tambah Herdy, lebih rendah dibandingkan dengan jumlah perjalanan wisatawan negara lain, seperti Malaysia, China, hingga Jepang. Karena itulah Herdy mengajak masyarakat Indonesia berlibur, khususnya di dalam negeri yang punya potensi wisata sangat besar.
Ajakan Herdy bukan tanpa dasar. Sebab, pergerakan wisata di dalam negeri bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat domestik maupun nasional.
Misalnya saja perjalanan turis Indonesia bisa dimaksimalkan sampai lima kali dalam setahun. Sehingga mendekati China yang mencatat jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 5,7 kali dalam setahun.
" Hasil simulasi menunjukan bahwa peningkatan hingga 5 kali akan mendorong dampak ekonomi langsung di kisaran Rp3.281 triliun atau setara 18,4 persen dari PDB nasional," ujar Herdy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya