Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Cumi-Cumi Raksasa (Foto: Youtube/OceanX)
Dream – Sejumlah tim peneliti melakukan penjelajahan di kedalaman Laut Merah. Mereka pun menemukan hal yang mengejutkan yakni seekor cumi-cumi berukuran lebih besar dari manusia.
Tim peneliti awalnya ingin mencari tahu apa saja yang tersisa dari kapal karam yang tenggelam pada November 2011.
Saat itulah, kamera milik tim peneliti menangkap gambar seekor cumi-cumi dengan ukuran sangat besar.

Cumi-cumi itu pun baru dapat diidentifikasi sebagai cumi-cumi punggung ungu pada September 2021.
Bila biasanya hewan ini hanya tumbuh sekitar 0,6 meter namun kali ini memiliki ukuran hingga sebesar manusia.
“ Saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi selanjutnya selama hidup saya. Tiba-tiba saya melihat hewan besar ini muncul saat melihat haluan kapal karam. Hewan besar itu pun melingkarkan seluruh tubuhnya disekitar haluan kapal karam,” ungkap pemimpin program sains, Mattie Rodrigue.

Rodrigue mencari bantuan dari Dr Michael Vecchione, seorang ahli zoologi NOAA, yang menyimpulkan makhluk misterius itu adalah bentuk raksasa dari cumi-cumi punggung ungu.
“ Mereka menjadi sangat besar. Saya pikir apa yang Anda lihat adalah bentuk raksasa dari Sthenoteuthis,” kata Vecchione.
Cumi-cumi tersebut akan mendekati umpan dan sering berenang menjauh. Vecchione juga mengatakan jika ukuran sirip hewan mengikuti bentuk tubuhnya.
Sirip cumi-cumi punggung ungu pendek dan lebar dan terbentuk seperti mata panah. Namun, cumi-cumi raksasa biasanya besar dan berotot.
(Sumber: metro.co.uk)
Dream - Sebuah organisme berukuran mikro yang ditemukan di lapisan dasar laut terdalam memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup pada zat organik dan anorganik.
Tim peneliti dari Jerman melaporkan bakteri unik tersebut memiliki metabolisme yang aneh, tidak seperti yang pernah ditemukan sebelumnya.
Bakteri yang kemudian diberi nama Acebacterium woodii itu bahkan bisa hidup tanpa memerlukan oksigen sama sekali.
Mikroba ini juga memilih lingkungan tempat tinggal yang tak masuk akal, yaitu di lubang hidrotermal di dasar laut dan di usus rayap.
Kemampuannya untuk membuat dan menggunakan hidrogen dan karbondioksida untuk menghasilkan energi menjadikannya sebagai organisme mikro paling unik.
Para ilmuwan menduga bahwa makhluk seperti ini sudah lama ada di dunia.
" Sudah ada spekulasi bahwa banyak bentuk kehidupan purba memiliki jenis metabolisme seperti yang digambarkan dalam A. woodii," jelas ahli mikrobiologi Volker Müller dari Goethe University di Frankfurt.
" Salah satunya adalah Asgard archaea yang baru ditemukan beberapa tahun yang lalu di dasar laut California. Investigasi kami memberikan bukti pertama bahwa cara metabolisme seperti ini benar-benar ada," tambahnya.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam ISME Journal, para peneliti mendalilkan bahwa salah satu bentuk metabolisme organisme mikro adalah memfermentasi substrat organik menjadi asam asetat, alkohol, dan hidrogen molekuler.
Bentuk metabolisme lainnya adalah mengubah dirinya sebagai 'wastafel elektron' bagi lingkungan di luar tubuhnya.
Kombinasi cerdas ini memungkinkan terjadinya fermentasi untuk menghasilkan energi dengan membentuk asam asetat dari CO2 dan hidrogen.
" Melalui 'daur ulang hidrogen' yang kami temukan, A. woodii memiliki fleksibilitas metabolisme maksimum," jelas ahli mikrobiologi molekuler Anja Wiechmann.
" Dalam satu siklus, ia dapat membuat dan menggunakan hidrogen sendiri, atau memanfaatkan hidrogen dari sumber eksternal," tambah Wiechmann.
Sumber: RT.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam