JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Nurul Marah Madu Pesanan Ayahnya Kurang, Diduga Dicuri. (Foto: Video TikTok)
Dream - Kita sering melihat postingan di media sosial tentang pelanggan yang kecewa dengan layanan sebagian perusahaan jasa pengiriman atau ekspedisi.
Selain isu paket yang datang terlambat, masalah yang kerap dibahas adalah barang yang diterima dalam keadaan rusak. Malah lebih parah lagi, ada paket yang 'gaib'.
Seorang gadis Malaysia bernama Nurul Farhani Mohd Salleh meluapkan rasa kecewa di media sosial terkait layanan jasa kurir yang dipakainya.
Gadis yang akrab disapa Nurul ini kecewa dan marah gara-gara sebagian barang yang dipesan oleh ayahnya lenyap tanpa jejak. Kemungkinan besar dicuri.

" Ada apa dengan paket saya? Ayah saya ingin jualan madu asli tapi ini yang dia dapat. Saya berharap Anda tercekik makan madu!" demikian kata-kata Nurul melalui video di TikTok.

Yang membuat Nurul bertambah geram, keluhan yang disampaikan melalui telepon, email serta media sosial milik perusahaan jasa kurir itu tidak membuahkan hasil.
Menurut Nurul, paket yang dipesan oleh ayahnya tiba di rumah mereka di Seremban, Negeri Sembilan pada hari Senin, 28 Juni lalu.
Waktu itu adiknya yang menerima paket tersebut. Ketika pulang, ayahnya membuka paket dalam kardus tersebut.
Namun saat memeriksa kardus tersebut, jumlah kotak berisi madu asli yang dipesan dari temannya tidak lengkap.
" Ayah pesan madu asli itu 10 kotak sebab dia berniat mau jualan. Tapi yang ada dalam satu kotak besar itu hanya tujuh kotak saja," kata Nurul.
Ayahnya kemudian menghubungi temannya untuk bertanya lebih lanjut, siapa tahu sang teman salah hitung.
" Ternyata teman ayah bilang memang pas 10 kotak, bahkan kasih bukti foto segala. Di tengah bingung itu, ayah periksa kardus besar dan merasa aneh setelah menemukan ada kesan koyak besar yang ditutup lakban... seolah-olah terjadi pencurian," kata gadis berusia 23 tahun ini.
Menurut Nurul, harga ketiga botol yang hilang secara 'gaib' itu tidak sedikit. Katanya, total harganya kira-kira mencapai 400 ringgit (sekitar Rp1,4 juta) karena merupakan madu asli dari Yaman.

" Ayah bukan orang yang pandai jualan... inilah pertama kali dia mau coba jualan sebab merasakan sendiri khasiat madu itu. Tapi malah begini jadinya," katanya dengan nada sedih campur marah.
Nurul menambahkan dia terpaksa memviralkan kasus ini karena usaha untuk membuat aduan kepada pihak jasa kurir tidak membuahkan hasil.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
