Dream - Matanya mungkin tidak normal dari orang kebanyakan. Dia hanya bisa melihat kegelapan di matanya.
Meski begitu, apa yang dia alami tidak menyurutkan prestasinya. Dalam kondisi tuna netra, dia mampu menghafal Alquran.
Dia adalah Muhammad Fuad Gufron, 27 tahun. Fuad kini menjalani profesi sebagai pengajar Agama Islam di Sekolah Luar Biasa Ma'arif, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Tidak hanya sebagai hafiz, Fuad juga punya prestasi lain. Dia beberapa kali memenangkan kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Sayangnya, prestasi yang diraih Fuad tidak serta merta membuatnya disanjung. Justru, dia kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif hanya karena tidak bisa melihat.
Sejak kecil, dia kerap mendapat ejekan. Namun begitu, Fuad pun mengakui kerap menerima bantuan dan pertolongan dari keterbatasan fisiknya.
Fuad pun mengatakan diskriminasi yang dia alami disebabkan ketidakpahaman masyarakat tentang potensi masing-masing orang. Meski menyandang ketidaksempurnaan, bukan berarti penyandang difabel tidak mampu memberikan manfaat.
" Saya pikir, semua itu terjadi karena kekurangpahaman dari masyarakat. Kadang masih kita temui sebuah keluarga yang justru menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang difabilitas karena malu," kata Fuad.
Untuk mengetahui kisah Fuad selengkapnya, silakan buka di sini.
Advertisement
Sisik Ikan Masuk Gelas, Jalan Baru Ekonomi Sirkular

Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global


7 Aturan Parenting yang Tidak Harus Selalu Diikuti dan 3 Hal yang Wajib Diterapkan Orangtua

Apa Sebenarnya Gurah Itu dan Seberapa Efektif untuk Sembuhkan Tenggorokan?


Apa yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Sering Makan Tengah Malam


ShopeeVIP+ Hadirkan Pengalaman ‘Sekali Langganan, Dapat Semua’, Semakin Lengkap dengan Akses Netflix
