Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gadis Jatuh Dan Kemudian Meninggal Di Toko Aksesori Ponsel. (Foto: Berita Harian)
Dream - Sebuah video menunjukkan detik-detik seorang gadis jatuh di toko aksesoris ponsel lalu meninggal tengah viral di dunia maya. Banyak yang menduga gadis itu telah terjangkit virus corona.
Netizen mungkin membandingkan video tersebut dengan rekaman orang-orang yang berjatuhan di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang jadi pusat penyebaran wabah virus corona.
Akibat pemberitaan itu, keluarga gadis tersebut tidak terima. Sang ayah menyatakan berita seputar video itu adalah hoaks dan meminta dihapus.
"Anak saya meninggal bukan karena virus corona. Itu tidak betul. Saya sekeluarga kesal dengan tindakan pihak-pihak yang menyebarkan berita tanpa melakukan konfirmasi," ujar pria itu.
Cerita ini berawal ketika gadis yang dikenal sebagai Nur Izzah Izzati itu pulang dari acara pertunangan di Taman Seri Kapar, Sungai Pinang, Selangor, Malaysia.
Saat pulang, gadis 20 tahun itu mengajak ayahnya, Norazlan Mokhri, singgah di toko aksesori tempatnya bekerja di Seksyen 13, Shah Alam.
"Setelah acara selesai, dia mengajak saya ke tempat kerjanya untuk membeli aksesori ponsel," kata Norazlan.
Sementara ayahnya menunggu di mobil, Izzah masuk ke toko. Dia memilih aksesori ponsel yang ingin dibelinya.
Entah bagaimana awalnya, gadis tersebut tiba-tiba jatuh ke lantai dan pingsan. Salah satu teman Izzah keluar untuk memberitahu Norazlan.
Norazlan sempat memeriksa nadi Izzah. Dia lalu melarikan Izzah ke rumah sakit yang kebetulan berada di depan toko aksesori tersebut.
Sayangnya, nyawa Izzah tidak tertolong meski dokter sudah memberikan penanganan yang maksimal.
"Anak yang paling dekat dengan saya, Allah memanggil pulang untuk selamanya. Sebagai seorang ayah, saya ridho," kata Norazlan sambil terisak.
Norazlan kemudian meminta netizen untuk tidak lagi menyebarkan video itu. Dia juga menegaskan putrinya meninggal bukan karena virus corona.
"Jadi, bagi mereka yang tidak tahu apa-apa, berhentilah menyebarkan video yang mengatakan anak saya itu meninggal karena virus corona. Dan jangan membuat tuduhan macam-macam," kata Norazlan.
Norazlan juga berharap mereka yang masih menyimpan atau terlanjur mengunggah video itu untuk segera menghapusnya.
"Seluruh Malaysia tahu video itu. Di Facebook (FB), banyak yang memberi ucapan belasungkawa kepada keluarga kami. Kami berterima kasih namun di saat yang sama berharap bahwa video itu dihapus untuk menghormati almarhumah," pungkas Norazlan.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire