Media Sosial Bisa Sebabkan Penyakit `Hati`

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 2 Oktober 2018 16:14
Media Sosial Bisa Sebabkan Penyakit `Hati`
Kamu pengguna media sosial 'addict'?

Dream - Di zaman now seperti saat ini, mungkin hanya sedikit anak milenial yang tak terpapar media sosial? Beragam platfom bisa dipakai untuk berselancar di dunia maya ini.

Mudah diakses kapan dan di mana saja, media sosial seakan telah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Tapi selain menjadi wadah segala informasi, hiburan, dan penyambung tali silaturahmi, media sosial juga bisa jadi bumerang. Bahkan platform ini bisa memicu penyakit buat para penggunanya jika tidak sesuai dengan peraturan yang diterapkan.

 shutterstock© Khidr Al-Zahrani

Jika sudah terserang penyakit akibat sosial media, tentunya pikiran dan kesehatan tubuh akan menerima dampak negatifnya.

Penyakit karena media sosial itu disebut penyakit 'ain atau al 'ain yang disebabkan tatapan atau pandangan mata dari orang dengki ataupun takjub.

Kok bisa?

Di media sosial, tak jarang para pengguna mengunggah kebahagiaannya lewat foto, video, atau sekadar tulisan sehingga menimbulkan suatu opini publik.

Nabi Muhammad SAW bersabda, " Pengaruh 'ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, 'ainlah yang dapat melakukannya..." (HR. Muslim, Ahmad & Tirmidzi)

 shutterstock© Dream

Foto dan video yang ada di media sosial juga bisa dikatakan dapat menyebabkan penyakit 'ain. Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an surat Al Ahzab ayat 53:

" Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka."

Lalu bagaimana kita seharusnya menggunakan media sosial tanpa harus menimbulkan penyakit? Baca selengkapnya di sini.

Kirimkan cerita inspiratif kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

1 dari 2 halaman

Hukum Berboncengan yang Bukan Muhrim dalam Islam

Dream - Dalam Islam, baik laki-laki dan perempuan tidak boleh sembarang bergaul apalagi bersentuhan satu sama lain.

Sering banget ucapan seperti " Bukan muhrim" terlontar dari mulut masyarakat yang mengisyarakatkan, laki-laki dan perempuan tanpa ada hubungan darah atau keluarga dilarang bersentuhan.

Hal tersebut dilakukan agar tidak timbul fitnah.

  shutterstock© Khidr Al-Zahrani

Tapi bagaimana jika berboncengan di motor termasuk ketika menggunakan jasa ojek?

Dengan sopir ojek yang tentu belum dikenal, namun jasa itu lumrah digunakan di lingkungan kita.

Bahkan di zaman nabi dulu, situasi membonceng lawan jenis sudah ada. Namun tetap hukum Islam terhadap " Bukan muhrim" dijalankan.

Apa bunyi hukum itu? Baca selengkapnya di sini.

2 dari 2 halaman

Ingatlah Ayat Ini Jika Kamu Suka Menunda, Naudzubillah

Dream - " Ayo sholat, sudah azan!" " Nanti dulu, tanggung lagi nonton film."

Sahabat Dream pernah mendengar percakapan seperti itu? Atau mungkin kalian sendiri yang mengalaminya bersama suami atau anak-anak?

Menunda pekerjaan, apalagi ibadah wajib, merupakan kebiasaan buruk yang sangat tak disukai Allah SWT.

  shutterstock© Khidr Al-Zahrani

Walau pada akhirnya tetap dijalankan, menunda pekerjaan tetap tidak disarankan. Ingatlah, tak ada yang tahu kapan ajal mendekat kecuali Sang Kuasa yang mengetahui semua rahasia di dunia..

Menghindari hal-hal yang buruk terjadi, lebih baik diutamakan. Seperti firman Allah SWT dalam Surat Luqman ayat 34, " Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati."

Untuk itu, Allah SWT juga mengingatkan jika amalan baik sekecil apapun yang kamu lakukan hari ini akan diterima-Nya. Sedangkan sebesar apapun amalan baik yang kita berikan nanti setelah kematian, tidak akan berarti apa-apa.

Baca penjelasan lengkapnya di siniyuk!

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak