Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kisah nyata seorang muslimah Indonesia yang menetap di Negara Jerman. Tanpa menyebut sebuah nama, muslimah ini berasal dari sebuah daerah di Indonesia, yang di sana Islam masih tabu. Muslim adalah penduduk minoritas di daerah tersebut bahkan jarang sekali dijumpai.
Sang ibu seorang muslim, dan ayahnya seorang krtistiani. Tak lama keduanya memutuskan untuk bercerai. Namun wanita ini ikut tinggal dengan sang ibu.
Ibunya selalu menasehati dia bahwasannya tidak ada yang bisa menolongnya kecuali Allah, dimanapun ia berada. Semasa kecil ia sangat kurang mendapatkan pengajaran agama. Ia pernah diajarkan mengaji namun ilmu yang ia dapat ala kadarnya.
Ketika pada akhirnya ia memutuskan untuk pergi melanjutkan pendidikan dia ke negeri yang sangat jauh, terpisah dari ibunya. Ia pun memutuskan untuk beristiqomah dengan penutup kepalanya, di negeri itu.
Awalnya dia masih ragu dengan pakaian yang ia kenakan tersebut, hingga suatu ketika, ia tengah membeli makanan di sebuah toko halal, dan berjumpa dengan seorang bapak berperawakan khas timur tengah.
Bapak: “ Anda muslim”Vina: “ iya, saya muslim”
Sang bapak mengetahui dia seorang muslimah berkat tudung kepala yang ia kenakan pada hari itu.
Ketika dia ingin membayar makanannya, bapak itu berkata:
“ Tidak, jangan dibayar, biarkan saya saja yang membayarnya. Kita sesama muslim, kita saudara”
Setelah mendengar perkataan bapak tua itu dia bergegas kembali menuju apartemen nya dan langsung bersujud syukur dan menangis, yang terlintas dibenaknya adalah
“ Ya, Allah jika diibaratkan timur dan barat, saya ini berasal dari negeri nun jauh di timur sana sedangkan bapak tadi berasal dari sebuah negeri yang jauh bertolak disebelah barat sana. Namun agama mu, Dien mu inilah yang menyatukan kami”
Selepas dari kejadian itu, ia berjanji tidak mau menanggalkan khimarnya, dan beristiqomah untuk terus menutup aurat dan ada di jalan Allah SWT.
Baca artikel selangkapnya di sini ... (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya