Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menangis Saat Mengurus Jenazah, Teringkat Mendiang Ibunda. (Foto: Facebook Mr Wan Cai)
Dream - Penderita autisme bukan manusia tak berdaya. Mereka hanya memiliki kemampuan berbeda dengan orang kebanyakan.
Kisah remaja penderita autisme asal Selangor, Malaysia satu ini membuat banyak orang terharu. Dia tidak mau dianggap beban dan memilih mengabdikan diri kepada kebaikan.
Dia mempunyai hati tulus dan keinginan kuat untuk memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat. Cara yang dia tempuh yaitu dengan menjadi petugas pengurusan jenazah.
Akun Facebook Mr Wan Cai Official mengunggah sejumlah foto remaja bernama Aiman tersebut. Ternyata, Aiman sudah menjadi bagiak dari tim relawan pengurusan jenazah.
Lewat unggahan itu, Aiman merupakan relawan Pertubuhan Ukhuwah Kebajikan Van Jelata Selangor. Lembaga Nirlaba ini didirikan khusus membantu pengurusan jenazah mereka yang tidak mampu.
Tim relawan akan bekerja sampai tuntas tanpa memungut bayaran. Mulai dari pemulasaraan, pengantaran, hingga pemakanan jenazah.
Tidak banyak yang tahu Aiman adalah pengidap autisme. Karena penampilan Aiman tidak berbeda dengan remaja kebanyakan.
Menurut Mr Wan Cai, Aiman yang telah kehilangan ibunya ingin sekali terlibat dalam pengurusan jenazah. Sayangnya, remaja itu tidak pernah memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sejak menjadi relawan.
Kali ini, tim relawan mengajak Aiman untuk turut serta mengambil bagian dalam pengurusan jenazah dari Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah Klang.
Postingan Mr Wan Cai tersebut membuat netizen merasa terharu. Mereka benar-benar tersentuh dengan kehidupan Aiman.
Apalagi, ketika laman tersebut membagikan foto-foto saat Aiman mengurus jenazah di sebuah surau.
Terlihat dalam foto, Aiman menangis sambil mencium peti jenazah di atas ambulans.

Netizen tak kuasa menahan kesedihan. Mereka menduga Aiman teringat akan mendiang ibunya.

Semangat Aiman dalam membantu rekan-rekan relawan mengurus jenazah ke-144 memberikan banyak inspirasi.
Ketulusan Aiman menjadi kekuatan tambahan bagi para relawan agar terus bersemangat mengurus jenazah.
" Insya Allah perjuangan kita di jalan Allah ini tidak akan berhenti," tulis Mr Wan Cai.
(Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya