Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Tahukah Anda, ternyata ada waktu-waktu terbaik bagi suami istri untuk berhubungan badan. Kapan itu?
Dream - Hubungan suami istri tak lagi urusan syahwat semata. Lebih jauh, ia bahkan bernilai ibadah di mata sang Pencipta.
Tahukah Anda, ternyata ada waktu-waktu terbaik bagi suami istri untuk berhubungan badan. Kapan itu?
Pertama, ada kondisi dimana suami dianjurkan untuk mendatangi istrinya. Keadaan itu adalah ketika suami tidak sengaja melihat seorang wanita dan dia terpikat dengannya.
"Wanita itu, ketika dilihat seperti setan (punya kekuatan menggoda). Karena itu, jika ada lelaki melihat wanita yang membuatnya terpikat, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada istrinya juga ada pada wanita itu." (HR. Turmudzi 1158, Ibnu Hibban 5572, ad-Darimi dalam Sunannya 2261, dan yang lainnya. Sanad hadis ini dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).
Kedua, mencontoh beberapa kebiasaan orang soleh di masa silam untuk melakukan hubungan badan, maka waktu-waktu terbaiknya adalah:
© Dream
Salah satu waktu terbaik adalah saat tiga waktu aurat. Maksudnya adalah sebelum Subuh, siang hari waktu Zuhur, dan setelah Isya.
"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sholat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu Zuhur dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu." (QS. An-Nur: 58).
"Dulu para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan badan dengan istri mereka di tiga waktu tersebut. Kemudian mereka mandi dan berangkat sholat. Kemudian Allah perintahkan agar mereka mendidik para budak dan anak yang belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar pribadi mereka di tiga waktu tersebut, tanpa izin. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).
Selengkapnya baca di sini.