Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tidur (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Tubuh manusia memiliki waktu untuk beraktivitas. Seluruh anggota tubuh baik luar maupun dalam akan bekerja secara optimal untuk mendukung aktivitas seseorang.
Tetapi, tubuh tidak bisa bekerja sehari penuh. Tubuh juga memerlukan istirahat dari segala aktivitas. Cara yang dilakukan adalah dengan tidur.
Sejumlah pakar kesehatan telah menyatakan waktu tidur yang optimal adalah 8 jam sehari. Dalam waktu tersebut, tidur dapat memberikan dampak positif terhadap tubuh.
Demikian pula dalam ajaran Islam. Tidur sangat penting untuk menjaga tubuh tetap kondusif sehingga ibadah tidak terganggu.
Meski demikian, tidur tidak bisa ditentukan secara sembarangan. Dalam Islam, terdapat beberapa macam tidur yang dianjurkan dan dilarang. Apa saja itu?
Dikutip dari Harakah Islamiyah, ulama membagi tidur dalam tiga macam. Ketiganya adalah haylulah, 'aylulah, dan qaylulah.
Tidur pertama, haylulah, yaitu tidur setelah Subuh. Haylulah diambil dari kata hala yahulu haulan yang artinya mencegah atau menghalangi.
Tidur ini termasuk dilarang. Sebab, tidur usai Subuh dapat menghalangi rezeki.
Tidur kedua, 'aylulah, yang dilakukan di waktu Ashar. 'Aylulah berasal dari kata illat, artinya penyakit.
Kebiasaan tidur setelah Ashar diyakini dapat mendatangkan penyakit, membuat rentan terhadap stres dan mengurangi kemampuan menghapal sehingga termasuk dilarang.
Tidur ketiga, qaylulah, yang dikerjakan selama 10 menit usai Zuhur. Asal kata qaylulah adalah qalil, artinya sedikit.
Tidur ini sangat dianjurkan karena dapat memulihkan stamina tubuh dan merenggangkan otot. Dalam istilah populer dikenal dengan power snap, yaitu tidur singkat dan efektif.
Qaylulah juga bisa dilakukan sebelum menjalankan sholat Tahajud. Rasulullah Muhammad SAW juga sering menjalankan tidur ini, baik di waktu Zuhur maupun saat qiyamul lail.
Sumber: Harakah Islamiyah
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang