4 Cara Bebas Jerat Utang yang Tak Layak Ditiru

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 21 Februari 2016 10:02
4 Cara Bebas Jerat Utang yang Tak Layak Ditiru
Siapa sangka, meminjam uang kepada keluarga atau teman termasuk cara yang tak direkomendasikan.

Dream - Ketika terjebak utang, Anda pasti panik dan melakukan segala cara agar dapat melunasinya.

Namun sebelum Anda melakukan hal yang bisa merugikan hanya untuk melunasi utang, cobalah untuk memikirkan jalan keluar dengan hati dingin.

Jika punya dana pensiun, mungkin Anda bisa mengambilnya sebagian untuk membayar utang. Namun ini tentu akan mengurangi dana Anda di kemudian hari.

Mengutip laman cheatsheet, Minggu, 21 Februari 2016, berikut adalah 5 solusi menyelesaikan tumpukan utang yang tak laya ditiru:

1. Mengeluarkan dari tabungan pensiun

Solusi untuk masalah ini tampaknya mudah dan jelas - hanya mengambil uang dari tabungan dan Anda akan terbebas dari utang. Tidak secepat itu. Meskipun mungkin ada beberapa kasus ketika mengambil tabungan pensiun untuk melunasi utang mungkin bijaksana tapi ini harus menjadi langkah terakhir, bukan langkah pertama.

Memakai rekening pensiun memiliki beberapa implikasi keuangan yang besar. Tidak hanya Anda harus membayar pajak atas uang yang Anda tarik, tapi juga harus membayar denda 10%, dengan beberapa pengecualian. Tak jarang Anda malah harus mengeluarkan lebih dari besaran utang untuk menutupi pajak dan penalti. Dna tentu saja, peluang Anda mendapatkan untung dari investasi bisa hilang.

Mungkin cara lain untuk mengatasi utang, Anda perlu membatasi pengeluaran atau mencari pekerjaan tambahan, tanpa menyentuh tabungan pensiun.

2. Berjudi

Mungkin sebagian orang yang beruntung bisa selalu menang di arena judi, namun mempertaruhkan masa depan keuangan Anda pada dadu terlihat tidak masuk akal. Dalam skenario terburuk, Anda akan jatuh lebih dalam dari sebelumnya.

Seorang mahasiswa bernama Phil Goss merasakan pahitnya berjudi untuk membayar utang. Pada awalnya, bermain poker online tampak seperti cara cerdas untuk membayar pinjaman mahasiswanya. Tapi kekalahan besar memaksanya untuk memikirkan kembali cara tersebut.

Poker adalah " hobi yang menyenangkan, tapi bukan sebagai alat untuk membayar pinjaman mahasiswa," tulisnya dalam posting blog untuk The Money Side of Life.

3. Pinjaman dari Keluarga atau Teman

Meminjam uang keluarga atau teman mungkin tampak seperti solusi yang sempurna untuk masalah keuangan Anda. Tetapi meminjam dari orang yang dicintai untuk membayar utang dapat memiliki beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan.

Mungkin keuntungannya Anda bisa meminjam kapan saja dan mengembalikannya 'kapan saja'. Asal orang yang Anda pinjam uangnya setuju-setuju saja.

Tapi dana tersebut mungkin datang dengan embel-embel. Orang yang mendukung Anda secara finansial mungkin merasa memiliki kuasa atas keputusan keuangan atau kehidupan yang Anda buat.

Jika Anda kesulitan mengembalikannya, dapat mengakibatkan hubungan menjadi renggang, bahkan rusak permanen.

5. Transfer Tagihan Kartu Kredit

Mengalihkan tagihan kerap dianggap salah satu cara terbebas dari lilitan utang kartu kredit. Dengan cara ini, Anda seperti memindahkan utang kartu kredit lama ke kartu baru yang memiliki suku bunga yang rendah.

Menurunkan suku bunga merupakan langkah cerdas, dan transfer balance dapat menjadi cara yang baik untuk melakukan itu. Namun Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Transfer balance tidak gratis, dan Anda dapat harus membayar sekitar 3% dari saldo Anda. Plus, suku bunga rendah itu tidak bertahan selamanya. Jika masa promonya sudah habis, suku bunga kartu baru mungkin lebih tinggi dari apa yang Anda bayar sekarang.

Jadi beralih kartu kredit menggunakan fasilitas ini mungkin malah membebani biaya yang lebih banyak pada Anda.

Beri Komentar