Dream - Tanpa dukungan sentimen positif yang muncul, bursa syariah menutup perdagangan awal pekan di zona negatif. Emiten industri menjadi motor pelemahan laju dua indeks syariah.
Pelemahan ini terjadi di tengah aksi investor asing yang kembali melakukan aksi beli saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 9 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia rontok 2,321 poin (1,61%) ke level 141,992.
Indeks saham bluechips syariah juga terpuruk 12,421 poin (2,06%) ke level 591,374.
Tekanan aksi jual begitu terasa di perdagangan awal pekan ini. Akibatnya, indeks JII dan ISSI sama sekali tak pernah menyentuh zona hijau.
ISSI bahkan terkurung pelemahan harga saham dari 142 emitem. Kondisi lebih parah dialami indeks JII yang hampir menyeret seluruh penghuninya masuk zona hijau. JII hanya menyisakan satu emiten di zona positif.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,53 triliun dengan 14,4 miliar saham berpindahtangan.
Koreksi tajam juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 67,045 poin (1,47%) ke level 4.499,507.
Lantai bursa relatif sepi dari transaksi jual beli saham dengan hanya mencetak angka Rp 3,98 triliun. Asing hanya mencetak nett buy Rp 87 miliar.
Saham-saham bluechips syariah yang masuk deretan top losser kali ini adalah INTP yang turun Rp 1.275, AALI Rp 700, ITMG Rp 475, LPPF Rp 450, dan SMGR Rp 425 per saham.
Satu-satunya saham keping biru syariah yang menguat adalah KLBF dengan kenaikan Rp 35 per saham.