Bank Syariah BUMN `Melempem` di Tahun 2014

Reporter : Ramdania
Selasa, 10 Maret 2015 07:00
Bank Syariah BUMN `Melempem` di Tahun 2014
Pada tahun politik 2014, kebanyakan industri mengalami perlambatan. Tidak terkecuali industri perbankan syariah. Pada bank-bank syariah milik negara malah mengalami penurunan laba.

Dream - Pertumbuhan ekonomi yang melambat mengimbas sektor perbankan syariah Tanah Air. Hal ini terlihat dari kinerja bank syariah milik bank BUMN. Dari 4 bank syariah BUMN, hanya 1 bank yang mengalami kenaikan laba di tahun 2014.

Berdasarkan data laporan tahunan Bursa Efek Indonesia yang dikutip, BNI Syariah membukukan laba pada 2014 sebesar Rp163,25 miliar atau naik 38 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp117,46 miliar.

Aset BNI Syariah tumbuh 32,52 persen dari tahun sebelumnya dengan posisi total aset per Desember 2014 mencapai Rp19,49 triliun. Pertumbuhan aset didorong pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,79 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 41,42 persen dari tahun sebelumnya.

Sayangnya, 3 bank syariah BUMN lainnya justru mengalami penurunan laba. PT Bank BRISyariah mencatat laba setelah pajak sebesar Rp 9,5 miliar untuk tahun buku 2014, anjlok 92,68% dari perolehan laba setelah pajak tahun 2013 yang sebesar Rp 129,56 miliar.

Meski, aset bank ini tumbuh 16.94%, dari Rp 17,40 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 20,35 triliun. DPK tumbuh 21,14% dari Rp 13,79 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 16,71 triliun. Pembiayaan tumbuh sebesar 10,76% dari Rp 14,17 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 15,69 triliun di akhir 2014.

Begitupun dengan Bank Syariah Mandiri (BSM). Tahun lalu, bank ini mencetak laba hanya sebesar Rp 71,8 miliar. Bank ini mengalami penurunan laba yang cukup dalam jika dibandingkan posisi laba tahun 2013 yang mencapai Rp 810,7 miliar. Hingga 2014, aset BSM mencapai Rp66,94 triliun atau hanya tumbuh sekitar 4,3% secara year on year dari posisi Rp64,13 triliun.

Sementara, BTN Syariah juga mengalami penurunan laba pada tahun 2014. Tercatat, laba pada bulan Desember 2014 mencapai Rp. 202,14 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,88% dari tahun 2013 sebesar Rp229,38 miliar.

Namun, total Aset UUS BTN ini mengalami pertumbuhan sebesar 16,45% dari posisi Desember 2013 sebesar Rp9,57 triliun menjadi sebesar Rp11,15 triliun pada bulan Desember 2014 dan mampu menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp 616 miliar, atau sebanyak 7.292 Unit. (Ism) 

Beri Komentar