Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Hasanudin, Difabel Guru Di Sebuah Madrasah Di Madura (dompetdhuafa.org)
Dream - Fisik Hasanudin, 40 tahun, sangat berbeda dari orang kebanyakan. Kaki dan tangannya tidak tumbuh dengan sempurna.
Udin memang masih bisa berpindah tempat. Tetapi, dia harus berjalan dengan tertatih lantaran kakinya tidak sempurna menapak tanah.
Tapi, keterbatasan itu tidak menyulutkan semangat Udin untuk berkarya. Meski seorang difabel, Udin begitu bangga menjadi pendidik.
Udin mengabdikan diri sebagai guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Shibyan. Letaknya tidak jauh dari rumah Udin di Desa Batang-batang Laok, Sumenep, Madura.
Dengan tertatih, Udin berangkat mengajar dengan penuh semangat. Tidak pernah sekalipun Udin menampakkan wajah muram dan hanya senyum yang selalu dia tunjukkan ke semua orang.
" Saya cacat (fisik di dunia, tapi insya Allah saya tidak akan cacat nantinya di akhirat. Karena ilmu manfaat yang saya berikan untuk anak-anak," ujar Udin, dikutip dari laman dompetdhuafa.org.
Sebagai guru honorer, Udin mendapat penghasilan yang begitu sedikit. Setiap bulan dia hanya menerima upah mengajar sebesar Rp 150.000 hingga Rp 200.000.
Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh dan mempersoalkan pendapatan tersebut. Bahkan, dia sempat merasakan pengalaman pahit mengajar tanpa upah sejak tahun 1995 hingga 2000. Profesi itu dia lakukan dengan ikhlas dan berbekal semangat ibadah.
" Niat saya hanya untuk ibadah. Selama jantung masih berdetak dan napas ini masih berhembus, keinginan saya hanya satu, bisa bermanfaat bagi banyak orang, ya dengan menjadi guru," kata Udin.
Udin merupakan potret sosok berdedikasi tinggi yang kini sulit ditemukan. Dia ikhlas menerima pendapatan sedikit, bahkan sampai tidak dibayar, demi memberikan ilmu kepada generasi penerus.
Sumber: dompetdhuafa.org
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
