Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Telur Ayam Di Kediaman Sinin (Merdeka.com)
Dream - Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan fenomena Sinin, `manusia bertelur` dari Penjaringan, Jakarta Utara, hanyalah aksi tipu. Dinkes DKI memastikan benda-benda aneh yang diklaim keluar dari tubuh Sinin hanyalah telur ayam biasa.
" Telurnya kita periksakan ke balai pengujian mutu dan balai sertifikasi hewan. Tenyata tidak bisa. DNA dibawa ke Bogor dicoba dibandingkan dengan telur yang masih fresh dan ternyata telurnya sudah berumur 3 minggu," Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ermawati, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 19 November 2014.
" Artinya, telur itu sudah ada dua minggu sebelum dia telurkan, jadi dari aspek protein, kandungan putih telur dan cangkang itu dipastikan telur ayam," tutur dia.
Ermawati menegaskan, hasil pemeriksaan balai pengujian mutu dan balai sertifikasi hewan tak mungkin salah. Sebab, proses penelitian sudah dilakukan dengan benar.
" Dan saya yakin seyakin-yakinnya. Ditunjukkan dan dibandingkan dengan sampel telur. Di dalam cangkangnya ternyata sudah banyak udara," ujar dia.
Dia menambahkan, untuk melakukan pengujian telur itu memang tak mudah. Banyak laboratorium yang tak mau melakukan pengujian. Namun akhirnya balai pengujian milik Kementerian Pertanian mau menerima dan melakukan pengujian.
" Kita mutar-mutar di lab, ternyata tidak ada yang bisa pastikan, Balitbangkes juga tidak bisa, yang menerima balai pengujian mutu dan sertifikasi Kementerian Pertanian," tambah Ermawati.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan DKI akan menindaklanjuti tentang adanya kemungkinan gangguan perilaku Sinin. Sebab, dari pemeriksaan, tak ditemukan kelainan pada bagian dalam tubuh Sinin.
" Dari aspek bedah sehat, penyakit dalam juga tidak ada kelainan. Kesimpulan kita ada gangguan perilaku. Itu yang akan kita tindak lanjuti. Nanti kita periksa lebih lanjut," ujar Ermawati.
Tetangga Masih Percaya
Meski demikian, sejumlah tetangga masih saja yakin telur-telur itu dikeluarkan dari anus Sinin. Tuti Alawiyah (31) misalnya. Dia bahkan mengaku sempat menyaksikan bagaimana telur itu keluar dari anus Sinin. " Kita sempat meraba dari anusnya, keras pas mau keluar, saat keluar telurnya hangat," kata Tuti.
Tetangga lainnya, Dery (44), meminta masyarakat yang tidak percaya dengan kejadian aneh ini untuk memasukkan telur ayam ke dalam anusnya. Sebab, kata dia, tak akan ada yang bisa. " Kalau telur sengaja dimasukin pantat pasti pecah, yang gak percaya itu nyoba aja dimasukin anusnya," ujar Dery.
Terkait hasil penelitian Dinas Kesehatan, Dery mengaku tak paham perkara medis. Namun dia mengatakan, soal benar atau tidaknya kejadian itu, hanya Sinin alias Kong Naim dan Tuhan yang tahu. " Sebagai tetangga, ya kalau benar enggaknya hanya dia sama Allah yang tahu," ujar Dery. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya