Setir Mobil Tiba-Tiba Bergetar dan Sering Pindah Haluan? Ini Solusinya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 22 Oktober 2021 11:35
Setir Mobil Tiba-Tiba Bergetar dan Sering Pindah Haluan? Ini Solusinya
Bisa jadi ini penyebabnya.

Dream – Sahabat Dream, apakah kamu pernah merasakan setir bergetar ketika sedang mengendarai mobil? Tak jarang setir mobil berubah haluan ke kanan dan kiri.

Sekilas situasi ini tak terlalu serius, tapi kondisi ini mengindikasikan ban mobil perlu perawatan lebih lanjut.

Dikutip dari keterangan tertulis Hankook Tire, Jumat 22 Oktober 2021, posisi roda bisa akan berubah seiring jangka waktu pemakaian, kondisi jalan yang ditempuh, serta gaya mengemudi.

Cara lain untuk mengetahui apakah ban kendaraan sudah harus memerlukan alignment adalah dengan membawa mobil dalam kecepatan rendah seperti 40 hingga 50 km/jam. Jika setir berbelok sendiri ke arah kanan atau kiri, tandanya ban sudah harus mendapatkan perawatan.

Setiap beberapa waktu, pemilik kendaraan perlu melakukan spooring. Tujuannya untuk menyelaraskan setelan posisi roda agar menyeimbangkan setelan toe, camber, atau caster.

1 dari 4 halaman

Wajib Dilakukan Kalau Posisi Setir Tidak Searah dengan Ban

Proses alignment pada ban wajib dilakukan oleh pemilik dan pengendara mobil ketika posisi setir sudah tidak searah dengan posisi ban mobil. Hal tersebut diakibatkan oleh posisi dari sudut camber dan sudut caster yang sudah melenceng terlalu jauh.

Perubahan signifikan akibat ketidaksesuaian dari posisi ban akan paling dirasakan melalui keadaan setir tidak bisa lurus. Ini membuat pengendara seakan-akan sulit untuk mengendalikan mobil mereka.

Secara teknis, wheel alignment atau spooring akan membantu ban untuk mengintegrasikan semua faktor geometri dari sistem kemudi dan suspensi, untuk menghasilkan kualitas stabilitas kendaraan yang lebih baik dan tentunya juga meningkatkan masa pakai ban.

© Dream
2 dari 4 halaman

Ada Juga Balancing

Lain halnya dengan wheel alignment atau spooring, istilah balancing juga kerap didengar oleh para pemilik dan pengendara mobil. Walaupun hampir serupa dengan alignment, balancing pada ban merupakan proses penyeimbangan pada titik atas - bawah serta kiri - kanan ban mobil, dengan metode penambahan timah pada bagian yang kurang bobotnya, agar menjadi lebih seimbang.

Balancing juga memiliki fungsi lain yakni untuk menyeimbangkan keempat roda agar putarannya menjadi seimbang, dan agar ban tetap dapat berputar sempurna tanpa adanya getaran berlebihan.

Jika balancing tidak dilakukan pada ban, getaran berlebihan pada mobil akan memaksa mesin kendaraan untuk bekerja lebih keras agar mobil tetap melaju ke depan. Akibatnya, pemakaian bahan bakar akan lebih meningkat dibandingkan saat ban dalam posisi selaras.

Ban yang belum pernah mendapatkan perawatan balancing akan lebih rentan rusak sebelum waktunya, apalagi sering digunakan pada kontur jalanan yang bergelombang atau berlubang.

3 dari 4 halaman

Ada Baiknya Dilakukan Perawatan

President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin, mengingatkan bahwa sebaiknya, alignment dan balancing pada ban dilakukan ketika mobil sudah mencapai di atas 10 ribu km. perawatan ini harus dilakukan secara berkala.

“ Khusus untuk balancing ban, juga dapat dilakukan ketika pemilik dan pengendara mobil baru saja mengganti ban yang memerlukan balancing untuk menyesuaikan antara ban baru dan velg mobil. Balancing juga dapat dilakukan jika dirasa ada getaran berlebihan saat sedang dikendarai pada kecepatan 100km/jam,” kata Yoonsoo.

Selain itu pemilik dan pengendara mobil juga dapat melakukan inspeksi di rumah. Misalnya, memeriksa keausan pada salah setiap tapak ban mobil, atau jika ada benjolan pada salah satu ban.

Hal ini bisa menjadi indikasi jika ada masalah pada sistem suspensi di ban mobil dan diperlukan perawatan lebih lanjut. Saat memarkir mobil, jika berada di tempat dengan permukaan yang datar tapi roda mobil tetap miring, artinya diperlukan alignment.

“ Perawatan seperti alignment dan balancing tampak seperti ongkos tambahan yang harus kita keluarkan, namun sebetulnya angka ini memberikan nilai ekonomis lebih ketimbang pengeluaran untuk perbaikan kendaraan dan penggantian ban akibat kelalaian dalam posisi ban,” kata dia.

© Dream
4 dari 4 halaman

Bisa Boros Bensin

Kalau ban yang tidak dalam kondisi prima, tapi harus terus digunakan, itu akan berdampak kepada habisnya bensin dalam waktu yang singkat. Hal ini disebabkan mesin mobil harus bekerja keras.

Alignment dan balancing secara berkala juga secara otomatis akan meminimalisir terjadinya kerusakan-kerusakan yang lebih fatal, yang mengharuskan pemilik dan pengendara mobil untuk memperbaikinya dengan jumlah biaya yang tentunya lebih mahal.

“ Yang terakhir, kamu dapat mengendarai mobil tanpa rasa khawatir dan nyaman, dengan mengetahui bahwa kondisi ban dan sparepart lainnya sudah dalam kondisi paling optimal,” kata dia.

Beri Komentar