Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Ilustrasi/Shuttersotck
Dream - Jerawat merupakan kondisi peradangan pada kulit yang terjadi karena adanya penyumbatan pada pori-pori. Biasanya jerawat bermula dari minyak yang menumpuk di kulit, dan menyumpat folikel rambut.
Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang juga dapat membuat produksi sebum di kulit berlimpah. Faktor genetik, pubertas, siklus menstruasi, dan meningkat tingkat stres, juga dapat menjadi penyebab produksi minyak atau sebum meningkat.
Jerawat juga disebabkan bakteri yang disebut Propionibacterium Acnes, yang terbentuk saat adanya sebum dan kotoran, yang menyumbat pori-pori.
Jerawat dapat diatasi dengan melakukan perawatan wajah yang tepat. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemilik kulit berjerawat, yang dapat memicu munculnya jerawat lebih banyak.
Orang dewasa dianjurkan untuk tidur minimal delapan jam sehari. Kurang tidur dapat menyebabkan produksi hormon androgen bertambah dan memicu munculnya jerawat.
Pola makan yang kurang sehat, juga dapat menjadi alasan jerawat bertambah banyak. Makanan tinggi gula, mengandung susu, dan gorengan, memiliki efek yang kurang baik pada kulit.
Saat ini kandungan skincare yang ada di pasaran sangat beragam. Perlu diperhatikan, untuk pemilik kulit berjerawat kamu harus menggunakan produk skincare yang sesuai.
Setelah mengetahui beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemilik kulit berjerawat, kamu bisa menghindarinya. Sedangkan, untuk menyembuhkan jerawat, penangannnya dapat kembali disesuaikan dengan kondisi jerawat.
Untuk kamu yang memiliki kondisi jerawat yang parah, lebih baik untuk berkonsultasi dengam dermatologis untuk mengetahui cara penangan yang tepat.
Sumber: Times of India
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya