Camkan! Limbah Produk Kecantikan Butuh 10 Abad Diurai Tanah

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 30 Agustus 2021 11:35
Camkan! Limbah Produk Kecantikan Butuh 10 Abad Diurai Tanah
Kamu perlu memilah-milah mana yang lebih penting.

Dream – Mengoleksi skincare dan ragam produk kecantikan tentu sudah tidak bisa dihilangkan buat si beauty enthusiast. Tapi, apakah Sahabat Dream terpikirkan kemana larinya bekas kemasan skincare setelah dibuang di tempat sampah?

Ternyata dari banyaknya kemasan bekas skincare, hanya 9 persen saja yang dapat didaur ulang,  12 persen dibakar, dan sisanya sekitar 70-80 persen lagi membutuhkan 1000 tahun untuk terurai di tanah.

Kebayang nggak setinggi apa tumpukkan bekas kemasan skincare jika harus menunggu 1000 tahun untuk menyatu dengan tanah lagi?

Di tengah isu menyelamatkan bumi yang sudah digaungkan banyak orang, pilihan menjalani gaya hidup minimalis mulai banyak digandrungi masyarakat. Mulai dari membeli produk yang dibutuhkan saja, hingga mengurangi penggunaan barang yang tidak terlalu penting.

Jika Sahabat Dream seorang beauty enthusiast, kamu bisa memilah produk produk kecantikan yang akan digunakan secara rutin atau tidak. Jika merasa jarang menggunakannya, kamu harus berusaha untuk menahan diri untuk membeli.

Kamu bisa mulai menggunakan sedikit produk namun tetap efektif pada kesehatan dan kecantikan kulit wajah dan tubuh.

1 dari 5 halaman

Angka penjualan skincare terus meningkat

Jangan cuma membeli produk karena produk keluaran terbaru atau diskon yang menggiurkan. Sebab, selain menghemat pengeluaran, hidup minimalis ini juga bisa mengurangi tercemarnya lingkungan.

Cynthia Lestari, seorang founder Lyfewithless mengatakan, pada 2018 tercatat Rp120 miliar penjualan produk skincare terus meningkat hingga 2021.

“ Di masa pandemi seperti ini, produk perawatan kulit lebih banyak dibeli daripada produk kecantikan, karena orang tidak beraktivitas di luar, dan hanya ingin memanjakan kulit mereka,” ujar Cynthia pada acara gathering #PakaiSampaiHabis, Capai Sustainable Beauty Bersama Konsumen, Brand & Recycling Center, baru-baru ini.

Menurutnya produk perawatan kulit merupakan penyumbang limbah terbanyak. Salah satunya sheetmask yang hanya dipakai 15-20 menit lalu dibuang, padahal limbahnya perlu memakan ribuan tahun untuk hilang.

Ilustrasi© shutterstock

2 dari 5 halaman

Berawal dari pengalaman

Ilustrasi© shutterstock

Belajar dari pengalaman dan kesadaran untuk merawat bumi, Cynthia mulai menggaungkan campaign #PakaiSampaiHabis yang bertujuan mengajak masyarakat untuk menghabiskan produk-produk kecantikan terlebih dahulu sebelum membeli yang baru.

“ Sering membeli produk yang sebenarnya tidak berguna, akan membuatmu terjebak dalam over konsumsi,” tutur Cynthia lagi

Diakui Cynthia, sebelumnya dia termasuk tipe wanita pembeli produk yang direkomendasikan beauty influencer favoritnya. Padahal, tidak semua produk yang disarankan itu cocok untuk perawatan kulitnya.

3 dari 5 halaman

Sahabat Dream pernah mengalaminya?

Ilustrasi© shutterstock

Akibat tergoda rekomendasi tersebut, Cynthia ternyata hanya menggunakan produk tersebut sebanyak satu atau dua kali saja. Sisanya, produk tersebut akan berakhir tanpa cerita sampai datang tanggal kadaluarsa.

Walhasil, produk kecantikan yang dibuang di tempat sampah bebarengan dengan limbah lain menimbulkan penumpukkan limbah dan tentunya mencemarkan lingkungan.

“ Semoga campaign ini berjalan lancar dan dapat membuka mata setiap orang agar lebih peduli kepada lingkungan sekitar,” harapnya.

Yuk mulai terapkan #PakaiSampaiHabis untuk menjaga lingkungan sekitar hari ini dan selamanya.

Laporan: Delfina Rahmadhani

4 dari 5 halaman

Formula Skincare Ini Tak Boleh Dipakai Berlebihan

Dream – Segala sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik. Sama halnya dengan skincare. Penting untuk mencapai keseimbangan sempurna antara hidrasi, pelembap, dan eksfoliasi.

Merawat kulit memang selalu menyenangkan dan bisa dilakukan kapan saja. Penting untuk memperhatikan tiap formula dalam skincare yang kamu gunakan. Terutama jika diaplikasikan setiap hari.

Jangan Obsesif, Perawatan Wajah Berlebihan Bisa Ganggu Kesehatan Kulit

Ada beberapa formula skincare yang tidak dianjurkan untuk memakainya berlebihan. Apa saja?

1. Alpha Hydroxy Acids (AHAs)
Manfaat yang kamu dapatkan dari AHAs memang nyata dan kerap membuat tergoda untuk menggunakannya lebih sering. Beberapa produk yang diformulasikan dengan AHA seperti asam glikolat, lactic, dan malic acids memang bertujuan untuk penggunaan sehari-hari namun tidak semuanya sama.

“ Frekuensi penggunaan yang direkomendasikan tergantung pada konsentrasi asam dan seberapa kulit terbiasa dengan asam atau eksfoliasi secara umum,” kata Blair Murphy-Rose seorang dokter kulit di New York City.

Idealnya, hanya boleh menggunakan satu produk yang mengandung AHA per sesi. Jika dilakukan berlebihan sangat berisiko memicu iritasi.

5 dari 5 halaman

2. Beta Hydroxy Acids (BHAs)

Sama halnya dengan AHA, penting untuk memperhatikan penggunaan BHA. Bahan utama BHA adalah asam salisilat yang digunakan untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat.

5 Mitos Pemakaian Toner yang Masih Sering Dipercaya© MEN

Serum Vitamin C Bikin Glowing, Pastikan Kerjanya Optimal di Kulit

Terlalu banyak menggunakan bahan ini, bisa menjadi bumerang bagi kulit. Oleh sebab itu, ikuti petunjuk penggunaan pada label produk. Jika produk perawatan hanya untuk jerawat, jangan digunakan di seluruh wajah.

3. Retinol

 

Produk ini memang sangat direkomendasikan para ahli perawatan kulit di seluruh dunia, karena terbukti secara ilmiah memperbaiki dan mencegah tanda-tanda penuaan. Pada saat yang bersamaan, akan muncul retinisasi – proses pengelupasan, kemerahan, dan sensitivitas yang dialami kulit saat mulai terbiasa dengan retinol.

Tips Memilih Toner untuk Kulit Berjerawat© MEN

Suka Tak Sadar, Kebiasaan yang Bikin Kulit Bermasalah

“ Retinol adalah bahan yang harus dikurangi penggunaannya seiring waktu. Sesuaikan dengan kondisi kulit dan cuaca,” kata Tina Alster, MD, seorang dokter kulit.

Beri Komentar