Barbeque Korea dan Jepang Tampak Sama, Apa Perbedaannya?

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 30 November 2020 19:46
Barbeque Korea dan Jepang Tampak Sama, Apa Perbedaannya?
Ternyata ada perbedaan signifikan, meskipun tampilannya begitu mirip.

Dream - Aroma daging yang dibakar dalam penyajian barbeque selalu saja membangkitkan selera makan. Menu barbeque yang cukup disukai di lidah Indonesia adalah ala Korea dan Jepang.

Tampilan menu ini begitu mirip, tapi sebenarnya ada perbedaan. Ada yang disajikan dengan dengan bahan bakar arang, gas, atau listrik. Ada beberapa perbedaan mendasar di antara kedua makanan tersebut.

Mulai dari bentuk potongan hingga cara memakannya. Biar kamu makin tahu perbedaannya, yuk simak informasi berikut.

Pada menu barbeque khas Jepang lebih identik dengan cita rasa asli dari daging sapi yang digunakan, sehingga kualitas jalinan serat dan lemak yang didapatkan pun menjadi nilai utama dalam mengukur tingkat kelezatannya.

Yakiniku dan teppanyaki merupakan cara memasak barbeque yang paling populer di sana, yaitu dengan bumbu marinasi ringan kemudian keduanya diolah di atas papan besi datar (teppan).

Sedangkan Korea cenderung disajikan dalam marinasi bumbu yang kaya, sebelum dipanggang secara personal di atas alat panggang kecil. Ada dua jenis sajian barbeque yang populer di Negeri Ginseng tersebut, yaitu Galbi yang berasal dari area short ribs pada daging sapi, serta Bulgogi alias daging khas dalam dan luar.

 

1 dari 8 halaman

Menu pendamping

Untuk menu barbeque Korea, sangat loyal dalam menghadirkan beragam menu pendampingnya, yang dikenal dengan istilah banchan. Menu pendamping ini terdiri dari beragam macam, mulai dari aneka kimchi segar, olahan mie, tumis sayuran, hingga sajian keju lumer. Inilah yang kemudian menjadikan agenda bersantap barbeque khas Korea begitu disukai banyak orang.

Barbeque© Shutterstock

Sementara, fokus barbeque Jepang hanya terletak pada rasa yang dihasilkan oleh daging sapi, sehingga kehadiran menu pendamping hanya seadanya saja. Berupa nasi hangat berkualitas tinggi dan saus khas.

Jepang sangat terobsesi dengan daging sapi berkualitas dalam sajian barbeque, Korea justru lebih luwes dalam menyajikan hidangan tersebut. Singkatnya, masyarakat Negeri Ginseng juga menyantap menu serupa dari bahan baku seafood dan ayam, di mana kedua bahan tersebut memiliki padanan bumbu marinasi berbeda satu sama lain.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 8 halaman

Intip Menu Jamuan Makan Penobatan Putra Mahkota Jepang

Dream - Budaya dan politik kekaisaran di Jepang bertahan hingga saat ini. Kedudukan Kaisar masih sangat dihormati, meskipun Jepang termasuk negara yang sangat modern. Pada 8 November lalu, baru saja dilakukan upacara penobatan Putra Mahkota.

Pangeran Akishino, adik dari Kaisar Jepang Naruhito, dinobatkan sebagai Putra Mahkota. Upacara penobatan ini dikenal dengan nama " Rikkoshi no Rei" , yang salah satu ritualnya adalah menggelar jamuan makan bersama.

Sayangnya ritual jamuan tersebut tahun tak bisa dilakukan secara besar-besaran karena pandemi Covid-19. Meski demikian, para duta besar Jepang di berbagai negara tetap merayakan penobatan dengan menghadirkan menu khusus.

Seperti Ambassador Ishii Masafumi, duta besar Jepang untuk Indonesia. Beliau menunjukkan menu khas penobatan Putra Mahkota di akun Instagramnya. Tampak sajian menu yang penataannya begitu cantik dan khas Jepang.

Dubes Ishii© Instagram Ambassador Ishii Masafumi

" Berdasarkan ritual " Rikkoshi no Rei" , Pangeran Akishino dinobatkan sebagai Putra Mahkota Jepang.? Saya merayakan hal ini sembari berharap akan kesejahteraan dan kemakmuran Jepang di masa mendatang,"  tulis Dubes Ishii. ?

Mangkuk berdesain tradisional Jepang, berisi nasi dan lauk pauk. Tampak juga wadah berisi camilan yang sudah ditata cantik. Sayang, Dubes Ishii tak menjelaskan detail menu perjamuan tersebut, karena banyak orang yang penasaran dengan hidangan khas Kekaisaran Jepang.

3 dari 8 halaman

Mi Instan Indonesia Versi 'Next Level' Jadi Favorit Dubes Jepang

Dream - Ishii Masafumi, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, dikenal dengan gaya diplomasinya lewat makanan. Lewat akun Instagramnya, ia selalu mengunggah menu-menu makan siangnya yang sangat beragam.

Ishii suka sekali masakan Indonesia dan lebih sering menghabiskan jam makan siang di ruang kantornya. Menu makan siang khas Indonesia biasa ia pesan lewat layanan ojek online.

Kali ini, menu yang disantapnya cukup bikin kaget banyak orang. Ishii menikmati mi instan merek Indonesia, Mie Sedap. Tak disangka seorang duta besar makan mi instan. Rupanya mi tersebut dimasak dengan berbeda atau ia mengistilahkannya sebagai mi 'next level.

Dubes Ishii© Instagram

" Menurut cerita sekretaris saya, ini bukan mie goreng biasa, dengan tambahan baso, sayuran, bumbu dan satu tahapan lagi membawa mie goreng ini ke “ next level”. Hanya melihat foto ini saja, teman-teman Indonesia pasti sudah tahu kelezatan rasanya,"  tulis Ishii dalam keterangan foto yang diunggahnya pada 2 Juni 2020 lalu.

 

4 dari 8 halaman

Bintang Iklan Mahal

Komentar pun bermunculan. Warganet malah menunggu review atau ulasan rasa dari Dubes Ishii. Banyak yang memintanya untuk membandingkan dengan merek lain.

© Dream

Seperti komentar @damaiantifitria yang menulis " Cobain indomie Goreng juga, Pak.. terus enakan yg mana? Ditunggu reviewnya.."

Ada juga berkomentar kalau Mie Sedap harus bayar mahal. Pasalnya, 'bintang iklannya' seorang Dubes Jepang. Akun @rivopamudji berkomentar " Bintang iklannya mahal ini!" .

 

5 dari 8 halaman

Sumpit Jepang, Korea dan China Ternyata Tak Sama, Apa Bedanya?

Dream - Cina, Jepang, dan Korea adalah tiga negara yang mayoritas penduduknya menggunakan sumpit untuk makan sehari-hari. Mereka juga terbiasa menggunakan sumpit untuk memasak.

Sumpit jadi alat makan yang wajib ada di tiap rumah dan kedai serta restoran berkelas di tiga negara tersebut. Banyak yang tak tahu kalau detail sumpit dari Jepang, Cina dan Korea berbeda. Apa bedanya?

Sumpit Jepang, Korea dan China Ternyata Tak Sama, Apa Bedanya?© MEN

Sebelum mengetahui perbedannya, simak dulu sejarah sumpit. Alat makan ini diperkirakan berusia lebih dari 5.000 tahun. Berasal dari China, alat makan ini lalu mulai menyebar ke Jepang dan Korea pada 500 Masehi.

Pada zaman kuno, sumpit dibuat dari pohon atau bambu. Awalnya, sumpit digunakan sebagai alat untuk mengambil makanan yang dimasak dalam pot atau dari api. Karena kekurangan bahan bakar, makanan dipotong menjadi bagian yang sangat kecil sebelum dimasak, menghilangkan kebutuhan akan pisau.

Ketahui perbedaan sumpit di tiap negara berikut.

 

6 dari 8 halaman

Cina

Sumpit Jadi Alat Makan Utama Warga Jepang dan China, Ini Ceritanya© MEN

Masyarakat Cina adalah orang pertama yang menemukan sumpit lebih dari 5000 tahun yang lalu. Dikatakan bahwa sumpit dianggap sebagai perpanjangan jari, yang tidak bisa memegang hidangan dingin atau panas ekstrem. Sumpit sebagian besar terbuat dari kayu yang belum selesai dan memiliki bentuk persegi panjang dengan ujung tumpul. Sumpit Cina lebih panjang dan lebih tebal dari model Korea dan Jepang.

Sumpit ini sudah lama digunakan sejak makanan Cina sering disajikan dalam restoran berkelas. Mejanya lebih besar sehingga membutuhkan sumpit yang lebih panjang ekstra untuk meraih hidangan yang agak jauh. Sumpit Cina juga tidak meruncing di ujungnya sebanyak sumpit Jepang dan Korea.

 

7 dari 8 halaman

Jepang

Sumpit© Pixabay

Orang Jepang mengembangkan jenis sumpit yang khas. Jepang memiliki banyak model sumpit yang digunakan untuk tujuan yang berbeda, termasuk penggunaan memasak, makan makanan tertentu, mengambil permen, dan selama pemakaman. Orang Jepang menggunakan sejumlah bahan dalam pembuatan sumpit mereka. Kayu dan plastik adalah bahan utama yang digunakan saat ini.

Sumpit Jepang juga terbuat dari tulang, logam, dan bahkan gading (ini biasanya disediakan untuk acara khusus). Sumpit Jepang umumnya bulat di ujungnya dan lebih pendek dari model Cina. Sumpitnya juga lebih berwarna dan dirancang dengan banyak detail.

 

8 dari 8 halaman

Korea

Sumpit© Pixabay

Sumpit Korea lebih banyak menggunakan stainless steel, sedangkan yang digunakan di Jepang dan Cina terbuat dari bahan alami. Karena logam bisa licin, sumpit ini dibuat kasar di ujungnya untuk mengurangi licin.

Alasan lainnya adalah karena latar sejarah. Dulu, sumpit perak murni banyak digunakan oleh Raja Korea. Bahan perak akan berubah warna jika ada yang berusaha meracuni makanan Raja. Perbedaan mencolok lainnya adalah sumpit di Korea tidak sepanjang yang digunakan di Jepang dan Cina.


Sumber: Pogogi

Beri Komentar